8 Adab Bepergian dalam Islam, Traveler Muslim Wajib Tahu!

Salah satunya, tentang hari-hari atau tanggal yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk bepergian dalam Islam. Simak ulasan selengkapnya!

Puri Yuanita
| 10 November 2017 13:21

Dream - Traveling sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Entah itu bepergian dalam jarak dekat ataupun jauh, melakukan perjalanan dinas, menjalani pendidikan di luar kota ataupun luar negeri, mengunjungi sanak saudara di suatu tempat, hingga melakukan perjalanan haji dan umroh. Bagi seorang muslim yang melakukan perjalanan tersebut hendaknya memahami adab-adabnya dalam Islam.

Ya, perlu Sahabat Dream ketahui, Islam mengatur segala hal secara menyeluruh. Termasuk soal adab bepergian.

Agar traveling atau bepergian menjadi lebih bermakna dan bernilai pahala, maka kita dianjurkan untuk melakukan beberapa adab. Apa saja itu? Berikut ulasannya.

1. Istikharah

Sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang akan bepergian, terutama untuk haji atau umroh, melakukan Istikharah. Doa yang paling utama dibaca dalam Istikharah adalah:

Astakhirullaha bi rahmatihi khiyaratan fi 'afiyatin.

Artinya: Aku memohon pilihan kepada Allah dengan rahmat-Nya pilihan dalam keselamatan.

Doa ini sebaiknya dibaca 3 kali, 7 kali, 10 kali, 50 kali, 70, atau 100 kali.

2. Memilih Waktu

Waktu yang baik untuk bepergian adalah hari Sabtu, Selasa, atau Kamis. Hari yang tidak baik untuk bepergian adalah hari Senin, Rabu, dan hari Jumat, tepatnya sebelum sholat Jumat. Demikian juga tidak baik untuk bepergian pada tanggal 3, 4, dan 5 bulan Hijriyah.

Jika terpaksa harus melakukan bepergian pada hari-hari atau tanggal yang tidak baik itu, maka hendaknya bersedekah dan membaca Surat Fatihah, Surat Falaq dan An-Nas, ayat Kursi, Surat Al-Qadar, dan Surat Ali-Imran dari kalimat: " Inna fi khalqis samawati wal ardhi, hingga akhir Surat."

3. Wasiat

Dianjurkan untuk setiap orang yang akan bepergian, terutama untuk haji, agar menyampaikan wasiat kepada keluarganya. Wasiat itu bisa berkenaan dengan urusan yang harus dilakukan, kewajiban, atau utang piutang. Ia juga dapat menyampaikan amanat yang harus dilakukan oleh anggota keluarganya.

4. Pemberitahuan

Nabi SAW bersabda: " Apabila seorang muslim akan bepergian, ia harus memberitahukan saudara-saudaranya. Begitu pula wajib bagi saudara-saudaranya menemui ketika ia kembali."

5. Bersedekah

Hendaknya bersedekah sebelum bepergian untuk memperoleh keselamatan dan bersedekah lagi ketika kembali sebagai ungkapan syukur. Setelah bersedekah ucapkan doa ini:

Allahumma inni isytaraytu bi hadzi-hish shadaqati salamati wa salamata safari wama ma'i, Allahumma wahfazhni wahfazh ma ma'i wa sallimni wa sallim ma ma'i wa ballighni wa balligh ma ma'i bi baghikal hasanil jamil.

Artinya: Ya Allah, aku membeli dengan sedekah ini keselamatanku dan keselamatan perjalananku dan apa saja yang bersamaku. Selamatkan aku dan selamatkan yang bersamaku. Sampaikan aku dan yang bersamaku dengan cara penyampaianmu yang indah dan baik.

Ulasan selengkapnya baca di sini. 

#KapanLagiKepo - Joko Anwar Ingin Jadi Leonard Cohen

Jangan Lewatkan