Napak Tilas Peradaban Islam di Kehidupan Suku Baduy

Membahas peradaban Islam, ada satu kisah menarik yang tersisa dari Suku Baduy.

Ratih Wulan
| 12 Februari 2016 16:35

Dream - Suku Baduy yang ada di Lebak, Banten selalu membuat penasaran masyarakat luas. Selain pola hidup berpindah-pindah, orang-orang Suku Baduy juga masih memegang teguh kepercayaan yang diwariskan para leluhur.

Terutama bagi masyarakat Baduy Dalam yang banyak mendiami tiga tempat Kepuunan yaitu Cikeusik, Cikertawana dan Cibeo. Lalu ada juga Suku Baduy Panamping yang terkenal memegang teguh kepercayaan Sunda Wiwitan. Sebuah kepercayaan yang berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang yang sekarang lebih dipengaruhi oleh agama Budha, Hindu, dan Islam.

Membahas peradaban Islam, ada kisah menarik yang tersisa dari Suku Baduy. Melalui beberapa sumber disebutkan bahwa dahulu kala, salah satu tokoh pahlawan Banten, Kian Santang yang merupakan putra Prabu Siliwangi, pulang dari Arab.

Kian Santang medapatkan ajaran Islam dari Sayyidina Ali. Kabarnya, ia ingin mengajak sang prabu dan seluruh pengikutnya untuk masuk Islam. Tapi karena sang prabu lebih mempercayai wangsit yang turun kepadanya, akhirnya mereka keberatan untuk masuk Islam dan menyebar ke seluruh Sunda.

Prabu Siliwangi dikejar hingga ke daerah Lebak yang sekarang menjadi daerah Baduy. Lama bersembunyi dan ditinggalkan, ia berganti nama dengan gelar Prabu Kencana Wungu.

Sedangkan pada perkembangannya saat ini, banyak Baduy Luar yang telah memeluk Islam. Meskipun telah tinggal di kawasan luar, tapi kadangkala mereka masih ikut menjalankan adat istiadat yang dijalankan oleh Suku Baduy Dalam atau Panamping.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai budaya dan adat istiadat masyarakat Baduy?

Selengkapnya baca di sini.    

Topik Terkait :

Streaming Catat! Ini Cara Menyimpan Uang Rp75 Ribu Agar Tak Mudah Rusak

Jangan Lewatkan