Uniknya Masjid Bawah Tanah di Taman Sari Yogyakarta

Berbeda dengan kebiasaan pada umumnya, di masjid bawah tanah ini, jemaah wanita berada di lantai bawah, sedangkan bagian atas dipergunakan untuk jemaah laki-laki.

Ratih Wulan
| 4 Maret 2016 16:40

Dream - Siapa yang tak tahu Taman Sari di Yogyakarta. Ini adalah salah satu warisan budaya yang dahulu berfungsi sebagai tempat pemandian para raja di Keraton Yogyakarta. Arsitektur bangunan kuno berpadu dengan gemericik air, membuat bangunan yang terletak di sebelah selatan Keraton Yogya ini selalu ramai disinggahi wisatawan domestik dan mancanegara.

Satu hal yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Taman Sari adalah melongok peninggalan sejarah Islam yang masih dilestarikan hingga kini.

Di bagian bawah komplek Taman Sari terdapat sisa-sisa bangunan masjid bawah tanah. Letaknya tepat berada di bawah taman air tersebut. Bentuknya melingkar dengan banyak ventilasi. Jadi meskipun berada di perut bumi, masjid ini tetap banyak mendapat penerangan sinar matahari.

Masjid ini didesain menjadi dua lantai. Namun berbeda dengan kebiasaan pada umumnya, di masjid bawah tanah ini, jemaah wanita berada di lantai bawah, sedangkan bagian atas dipergunakan untuk jemaah laki-laki.

Di setiap lantai terdapat ruangan tersendiri untuk imam yang memimpin salat. Kedua lantai dihubungkan dengan lima buah tangga yang melintang di tengah-tengah ruangan masjid, disertai kolam untuk berwudhu tepat di bawah tangga.

Masjid bawah tanah ini sebenarnya bernama Masjid Sumur Gumuling. Menurut beberapa cerita, masjid ini dibangun di bawah tanah dengan tujuan agar suara muazin dan khatib terdengar ke seluruh penjuru masjid.

Masih penasaran dengan sejarah masjid ini, simak info lengkapnya di sini baca di sini.     

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak

Jangan Lewatkan