5 Hal Unik yang Bikin Turis Datang ke Gunung Purba Nglanggeran

Salah satunya adalah keberadaan mata air Comberan, yang tidak pernah kering yang terletak di puncak Gunung Api Purba.....

Puri Yuanita
| 22 Mei 2017 14:33

Dream - Yogyakarta memang tak pernah kehabisan pesona. Kota satu ini selalu bisa jadi magnet wisatawan lokal dan mancanegara.

Bagaimana tidak? Yogyakarta punya sederet hal menarik yang bisa dieksplor. Mulai dari destinasi wisata, kuliner hingga tradisi dan kearifan lokal.

Dari semua itu, destinasi wisata menjadi salah satu yang paling menarik perhatian wisatawan. Di Yogyakarta sendiri ada begitu banyak destinasi wisata keren dan tak sedikit di antaranya yang booming bahkan di kalangan traveler mancanegara.

Salah satunya adalah Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Desa Wisata Nglanggeran di Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta. Di sini kamu bisa melakukan banyak hal seru mulai dari camping, outbond, berburu sunset atau sunrise, climbing, rafting, tracking, flying fox, jelajah alam hingga penelitian ilmiah. Semua bisa dilakukan di sini.

Di kawasan ini kini juga sudah tersedia banyak homestay untuk memfasilitasi wisatawan. Ada 80 homestay yng siap menampung. Ada Joglo dan Pendopo Pedukuhan yang bisa dipakai juga untuk kesenian. Ada mushola dan toilet publik. Semua disiapkan demi kenyamanan wisatawan.

Menginap di Desa Wisata Nglanggeran juga sangat menarik. Bisa belajar pertanian mulai dari menanam padi, membajak sawah, melepas ikan di kolam, bertani kakao (coklat) dan mengolahnya, membuat kerajinan ataupun ikut adat kendurian. Untuk pecinta coklat, ada Griya Coklat Nglanggeran yang menyediakan berbagai produk olahan coklat.

Bisa pula belajar seni tradisi. Tiap dusun memiliki kelompok kesenian. Mulai dari jathilan, reog, gejog lesung, calung hingga karawitan. " Di akhir kegiatan live in wisatawan bisa berkolaborasi pentas dengan warga. Baik di acara yang dibuat panggung maupun dalam format acara api unggun," jelas Sugeng Handoko, Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 22 Mei 2017.

Untuk camping dan outbond ada banyak lokasi. Ada sejumlah tanah lapang (camping ground) yang bisa dipakai. Baik di bawah maupun di atas puncak Gunung Api Purba yang berketinggian 200-700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Kawasan Wisata Nglanggeran ini memiliki banyak keunikan yang terpelihara dengan baik. Di antaranya, pertama, tanaman pohon Termas. Tanaman ini hidup menempel di Lereng Gunung Api Purba Nglanggeran.

Tanaman ini diyakini oleh masyarakat setempat mampu menyembuhkan penyakit melalui getahnya. Tanaman ini menjalar, dan hanya Juru Kunci yang dapat mengambil getahnya untuk obat segala macam penyakit. Beberapa penyakit yang bisa disembuhkan oleh khasiat getah ini antara lain liver, stroke, ambeien, batu ginjal, paru-paru dan lumpuh.

Keunikan kedua, adanya 7 KK (kepala keluarga) di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Jumlah penghuni kawasan puncak ini tetap 7 KK (Mpu Pitu) sampai sekarang sebagai upaya pelestarian kawasan. Kepercayaan tersebut sudah turun temurun dan harus ditaati.

Sesuai dengan pesan sesepuh pepunden dari Dusun Tlogo, Eyang Iro Dikromo. Kawasan puncak ini bisa ditempuh sekitar 50 menit dari gerbang pendakian. Tempat yang sangat bagus untuk melihat sunrise dan sunset.

Keunikan ketiga, mata air Comberan, yang tidak pernah kering yang ada di puncak Gunung Api Purba. Di samping mata air ini ada tempat pertapaan untuk laku prihatin. Namanya Tapak Syahadatain yang dipasang pada bulan Suro 2008 oleh 9 orang. Mereka memasang Tapak Syahadatain di lokasi Comberan dengan ritual 3 hari 3 malam.

Tempat ini menjadi favorit wisatawan karena udaranya sejuk. Air di sumber Comberan ini diyakini dapat membuat awet muda jika digunakan untuk cuci muka. " Namun ada aturan bagi perempuan yang sedang datang bulan dilarang masuk atau berada di Sumber Air Comberan," tambah Sugeng.

Hal unik lainnya adalah adanya Arca Tanpa Kepala yang ditemukan di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran. Tepatnya di kawasan sekitar song/Goa Putri. Hingga saat ini, arca tersebut masih terpelihara dengan baik.

Sedangkan hal lain yang menarik adalah Embung Kebun Buah Nglanggeran, Air Terjun Njurug Talang Purba dan Kedung Kandang. Embung (tampungan air) Kebun Buah Nglanggeran berada di kawasan Ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran dengan luas 0,34 hektare.

Digunakan untuk mengairi kebun buah seluas 20 hektare dengan tanaman buah durian dan kelengkeng. Jenis duriannya, Montong dan Kane. Embung ini 1,5 km arah tenggara dari pintu masuk Kawasan Ekowisata Gunung Api Purba.

Sedangkan air terjun musiman berada di sebelah selatan Gunung Api Purba. Air terjun dengan hamparan terasering persawahan masyarakat Nglanggeran. Sebuah air terjun yang berbentuk undak-undakan batuan vulkanik sebagai aliran sungai ketika musim hujan.

Berbagai keunikan dan keindahan alam itu menjadikan kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran sebagai tempat favorit syuting. Baik untuk acara televisi maupun pembuatan film. Film Jenderal Soedirman, Rudy Habibie, dan lainnya, mengambil gambar di sini.

" Acara My Trip My Adventure (MTMA) sudah 5 kali syuting di sini. Sejak saat pertama ditayangkan dengan host pertamanya, hingga host-nya berganti-ganti. Begitu pula acara Travelasia," urai Sugeng.

Sejumlah sekolah dan perguruan tinggi juga " langganan" ke Nglanggeran. Rombongan ini berulang datang meski dengan anggota yang berbeda.

Topik Terkait :

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone

Jangan Lewatkan