5 'Kota Hantu' yang Disulap Jadi Destinasi Wisata Menakjubkan

Siapa sangka, lima kota yang dulunya ditinggalkan ini berhasil "disulap" jadi destinasi wisata yang mewah dan menakjubkan.

Puri Yuanita
| 2 Januari 2018 08:15

Dream - Pernahkah kamu berkelana dan menemukan sebuah kota terbengkalai? Arsitekturnya yang menawan sangat disayangkan telah rusak dan dibiarkan selama betahun-tahun lamanya. Tapi apa jadinya, kalau 'kota hantu' yang tak berpenghuni itu kini disulap menjadi destinasi wisata?

Seorang konsultan hotel asal Italia, Giancarlo Dall'Ara pertama kali mencetuskan konsep Alberfo Diffuso, yang artinya 'hotel tak beraturan'. Ia melihat banyak kota terbengkalai yang sebenarnya menyimpan potensi destinasi wisata.

Dilansir dari Travel and Leisure, berikut ini merupakan kota terbengkalai yang disulap oleh Giancarlo menjadi tempat wisata mewah.

1. Sextantio, Italia

Sextantio merupakan kota terbengkalai yang terdapat di puncak bukit Santo Stefano, Taman Nasional Italia Selatan. Awalnya, daerah ini hampir mati lantaran lokasinya yang terlalu tinggi dan dingin. Namun setelah diperbaiki, tempat ini sekarang kembali berpenghuni. Kandang hewan ternak dan gubuk kumuh disulap menjadi 31 kamar hotel mewah yang disertai dengan restoran, bar dan workshop kerajinan tangan. Tempat ini bahkan memiliki ruang meeting dan aula pernikahan dari hasil renovasi lorong bawah tanah.

2. Casale Panayiotis, Siprus

Gelombang urbanisasi yang terjadi sekitar tahun 1950-1960 menyebabkan desa kuno Kalopanayiotis yang terletak di pegunungan Siprus ini menjadi sepi tak berpenghuni. Setelah melalui berbagai proses renovasi, tempat ini berubah menjadi desa baru dengan berbagai cottage, restoran, kafe, bar, tempat spa hingga akses mudah untuk menuju situs warisan dunia UNESCO, Biara St. John Lampadistis abad ke-11.

3. Castello di Postignano, Italia

Berdiri sejak abad pertengahan ke-9, Castello di Postignano merupakan kota terbengkalai di daerah perbukitan Umbira, Italia Tengah. Kota ini mulai sepi penduduk sejak abad ke-20 akibat banyaknya migrasi ke luar kota. Ditambah lagi dengan gempa bumi yang mengguncang pada tahun 1997. Namun setelah mulai direnovasi pada tahun 2007, tempat ini kini dipenuhi dengan apartemen, restoran, bar, kolam renang dan aneka spa. Arsitekturnya pun masih bergaya klasik dengan banyak lorong kastil.

4. Citta dei Nicliani, Yunani

Tempat ini awalnya merupakan distrik hiburan yang terletak di Desa Koita, Semenanjung Mani di sebelah Barat Daya Yunani. Namun tempat ini terbengkalai sejak masa Perang Dunia II dan Perang Saudara yang terjadi sekitar 1946-1949. Dibiarkan mendebu sampai tahun 2004, kemudian tempat ini direnovasi menjadi komplek hunian yang menawarkan rumah mewah, hotel, ruang serbaguna, bar dan restoran yang disuguhi dengan pemandangan pesisir pantai.

5. Corippo, Swiss

Merupakan salah satu desa terkecil di Swiss, Corippo sempat mengalami kekurangan populasi karena banyaknya generasi muda yang pindah ke kota. Berdiri di Lembah Verzasca, Italia, tempat ini direnovasi menjadi destinasi wisata yang menghadirkan arsitektur bebatuan klasik. Beberapa bangunan yang akan mengalami perubahan diantaranya adalah rumah tua, toko roti dan kincir angin yang akan diubah menjadi beberapa fasilitas untuk turis.

(Sumber: travelandleisure.com/Annisa Mutiara Asharini)

Topik Terkait :

Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis

Jangan Lewatkan