Asal Usul Desa Muslim Terapung di Teluk Thailand

Benarkah yang membangun desa Muslim Ko Panyi adalah orang Indonesia?

Dwifantya
| 28 Mei 2018 17:17

Dream - Di sebuah teluk di Thailand selatan, di bawah bayang-bayang tebing kapur yang sangat vertikal, ratusan gubuk, restoran, dan rumah berkumpul bersama membentuk Desa Ko Panyi. Laut sekitar yang dangkal dan tenang memungkinkan nelayan untuk membangun rumah panggung yang aman di atas permukaan air.

Di Thailand Selatan, mayoritas penduduk adalah Muslim. Begitupula dengan desa ini yang mayoritas warganya adalah Muslim. Itulah mengapa, Desa Ko Panyi dikenal sebagai Moslem Village. Para wanita di pulau ini juga mengenakan hijab, seperti wanita Muslim pada umumnya.

Dikutip dari Amusing Planet, lebih dari 300 keluarga dan hampir 1.500 orang tinggal di Ko Panyi. Semua warga di sana adalah keturunan Toh Baboo dan keluarga dan teman-temannya, yang berlayar dari Indonesia dan menetap di sini sekitar 200 tahun yang lalu.

 Desa Ko Panyi

(Foto: Karina Lopatina/Shutterstock)

Pada masa itu, orang asing tidak diizinkan memiliki tanah di Thailand, dan karena itu Toh Baboo dan dua keluarga lainnya membangun rumah panggung di teluk. Selama berabad-abad desa itu terus tumbuh, semakin luas dan bertambah kaya. Sekarang mereka memiliki sekolah, masjid, pusat kesehatan, banyak toko suvenir kecil, restoran dan bahkan lapangan sepak bola terapung.

Yang menarik perhatian adalah masjid berkubah emas yang di bangun di atas air. Masjid Panyi bahkan sudah terlihat saat kapal turis mendekati pulau.

 Ko Panyi

(Foto: roadlessandy/instagram)

Kehidupan di Ko Panyi tak jauh dari kegiatan memancing di laut, tetapi sejak beberapa tahun terakhir pemerintah memberikan penghasilan tambahan untuk penduduk setempat. Kini, setengah penduduk setempat setiap harinya bertugas untuk melayani industri pariwisata, namun 40 persen penduduknya masih menjalani pekerjaan mereka sebagai nelayan.

 

Topik Terkait :

Penyebab Lansia Lebih Rentan Terjangkit Covid-19

Jangan Lewatkan