Berkunjung ke Prefektur Wakayama, Destinasi Wisata Berkelanjutan di Jepang

Prefektur ini memiliki bentang alam yang asri

Ahmad Baiquni
| 2 Mei 2021 13:10

Koyasan

Koyasan merupakan situ paling suci agama Budha Shingon, sekte Budha yang ada di jepang pada tahun 806 oleh Kobo Daishi, seorang biksu yang menerima legitimasi ajaran Budhis di China.

Dikatan sejarahnya, Daishi dari China melemparkan sankosho (alat doa) yang mendarat di pohon pinus di Koyasan, itulah sebabnya ia memutuskan mendirikan tempat pelatihan biksu dari sektenya di tempat ini pada tahun 816.

Kota kecil yang terletak diantara delapan puncak yang membentuk Budha bunga teratai ini, sekarang terdapat sekitar 100 candi, yang setengahnya terbuka pintu sebagai penginapan bagi para pengunjung. Di tempat ini apabila diharuskan menginap, akan disediakan masakan vegetarian ala Budha dan juga harus berpartisipasi dalam doa pagi.

Bagi para peziarah, jangan sampai melewatkan kunjungan ke tempat ini dan makan Kobo Daishi, dimana diyakini bahwa Daishi tidak meninggal melainkan berdoa untuk orang-orang dalam misi kelas saat menunggu Miroku Nyorai, Budha masa depan.

Shirahama

Pantai putih ini adalah kota mata air panas dengan pasir sepanjang 650 meter pantai. Kota onsen pertama kali dicatat pada tahun 657 ketika pangeran kaisar Arima tinggal disana, menempatkan di antara 3 mata air panas tertua di Jepang.

Meski pegunungan Wakayama memiliki banyak tempat untuk mandi, namun onsen tepi laut memberikan pengalaman yang sangat berbeda, karena Saki-no-yu, rotenburo (permandian luar ruangan) tersebut menyatu dengan Samudra Pasifik.

Berendamlah di mata air alami saat ada semburan ombak dan udara laut menyatu, untuk mendapatkan efek pendingin dengan hangat dari uap air.

 

Selanjutnya :

Wakanoura

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan