Berkunjung ke Prefektur Wakayama, Destinasi Wisata Berkelanjutan di Jepang

Prefektur ini memiliki bentang alam yang asri

Ahmad Baiquni
| 2 Mei 2021 13:10

The Kumano Kodo

Tempat ini merupakan rute ziarah berusia 1100 tahun di daerah pesisir dan pegunungan yang menghhubungkan Kumano Sanzan dan Kuil Komano (Hongu Taisha, Nachi Taisha, Hayatama Taisha, dan Candi Seiganto-Ji)

Tidak seperti jalur pendakian yang memiliki titik awal dan akhir, pada Kumano Kodo jalurnya bervariasi dan rutenya banyak yang berpotongan sehingga dalam perjalanan peziarahannya bisa berjam-jam hingga beberapa hari.

Yang paling terkenal dan paling sering digunakan adalah rute pegunungan Nakahechi, antara Takijiri-oji dan Nachi Taisha, karena tempat ini yang sering dilewati kaisar dan bangsawan serta banyak rakyat jelata yang meninggal disana pada zaman dahulu.

Jalur tersebut membutuhkan 4 hingga 5 hari peziarahan karena jarak tempuh mencapai 70 kilometer, dan biasanya orang kan berkemah atau bermalam di minshuku yang ada di sepanjang jalan.

Untuk menjaga etos berkelanjutan, tempat ini dibatasi kapasitas pengunjungnya, guna memungkinkan alam dan pendaki memiliki ruang bernapas yang baik. Hal ini juga yang membuat ziarah di Kumano Kodo sangat istimewa.

Saigoku 33 kuil ziarah

Kuil Saigoku mencakup 33 kuil yang didedikasikan untuk Kannon, Bodhisattva Welas Asih. Tempat ini merupakan prefektur tiga pertama di Wakayama.

Legenda kuil ini dapat terbentuk, berasal dari seorang biksu bernama Tokudi yang pada usia 71 tahunnya dipanggil oleh Enma-o, penguasa neraka yang meminta untuk mengisi wilayah tersebut dengan mendirikan tempat ibadah untuk masing-masing dari 33 inkarnasi Kannon.

Bagian ziarah Wakayama dimulai dari Kuil Seiganto-Ji dan berakhir di Kuil Kokawadera , didirikan pada tahun 770 dan dibangun kembali pada abad ke satu, tempat ziarah ini menjadi yangterbesar di seluruh ziarah lainnya di Wakamaya.

Jalan menuju kuil ini diapit oleh taman batu Kokawadera Teien yang dirakit pada periode Momoyama (1574-1602), yang ditetapkan sebagai kecantika pemandangan nasional.

Jika melakukan ziarah ke tempat ini secara keseluruhan, pengunjung akan menempuh jarak yang sangat jauh, sekitar 600 mil, oleh karenanya banyak pengunjung yang datang hingga beberapa kali agar bisa mendatangi seluruh tempat ini, nantinya pengunjung akan diberikan cap dalam sebuah buku khusus yang bernama Nokyocho sebagai tanda kunjungan sebelumnya.

 

Selanjutnya :

Koyasan

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan