Bukan Hotel Atau Apartemen, Ternyata Ini Kuburan Vertikal

Asia saat ini memimpin tren kuburan vertikal.

Puri Yuanita
| 4 Desember 2017 18:15

Dream - Menurut Biro Referensi Kependudukan, ada sekitar 101 miliar orang mati di bumi dan 7 miliar lebih yang lahir ke dunia. Dengan jumlah manusia yang meninggal jauh melebihi jumlah yang hidup, tidak mengherankan bahwa lahan pemakaman menjadi " premium" .

Banyak negara di Eropa telah menggunakan kembali makam-makam yang sudah ada selama berabad-abad. Di pemakaman di Praha misalnya, ketika lahan habis, lapisan tanah segar akan diletakkan di atas kuburan yang ada untuk memberi ruang bagi jasad baru. Ketika penguburan terakhir terjadi di sana pada tahun 1787, sudah ada 12 lapisan kuburan yang ditumpuk di atas satu sama lain.

kuburan vertikal

(Sumber: Wendy/Flickr)

Di Norwegia, alih-alih menumpuk mayat secara berlapis-lapis, kuburan tua digali setiap dua dekade, yang diyakini pihak berwenang adalah waktu yang cukup bagi tubuh untuk membusuk. Beberapa kuburan bahkan akan menyuntikkan peti mati dengan larutan batu kapur untuk mempercepat dekomposisi.

Norwegia tidak sendiri dalam hal ini. Inggris dengan cepat kehabisan plot pemakaman dan satu sutid menghitung bahwa jika penguburan tetap populer pada tahun 2050 seperti sekarang, dunia akan membutuhkan area seluas 6.500 km persegi, atau lebih dari lima kali ukuran kota New York.

Banyak negara yang kemudian memilih pemakaman vertikal sebagai solusi atas masalah mereka. Asia saat ini memimpin tren kuburan vertikal. Di banyak budaya Asia, sudah ada tradisi mengubur orang mati di pagoda multi-lantai. Ini mungkin telah mempengaruhi desain pemakaman pagoda bertingkat tinggi di Tainan, Taiwan, yang bernama Lung Yen Life Service.

kuburan vertikal

(Sumber: www.memorialsantos.com.br)

Di Hong Kong, kuburan sering dibangun di lereng bukit untuk menghemat ruang. Di Jepang, seorang pengusaha bahkan telah membuka sebuah hotel untuk orang-orang yang meninggal dimana keluarga yang berduka sementara dapat menahan jasad mereka saat menunggu giliran dalam antrean krematorium.

Ada juga pemakaman vertikal bernama Memorial Necropole Ecumenica di Santos, Brasil. Sampai sekarang pemakaman ini sudah setinggi 32 tingkat dan memiliki ruang untuk menampung 25.000 jasad manusia. Ketika dibangun pad tahun 1983, bangunan itu hanya sebuah bangunan kecil, namun permintaan untuk makam vertikal terus meningkat sehingga mereka terus menambahkan lantai sampai menjadi pemakaman tertinggi di dunia.

kuburan vertikal

(Sumber: j carlos de c. silva/Panoramio)

Setiap lantai berisi 150 makam yang dilengkapi dengan sistem ventilasi canggih dan bisa menampung hingga enam jenazah. Begitu tubuh mengalami dekomposisi, yang biasanya memakan waktu sekitar 3 tahun, keluarga almarhum bisa memindahkan jasad ke bangunan osuarium. Bangunan ini dikelilingi oleh taman yang indah, hutan, laguna dan air terjun.

Saat ini, di Mumbai, India pun tengah dibangun pemakaman vertikal. Tampak futuristik dan menjulang tinggi. Dinamakan Menara Moksha, ini digadang-gadang bakal menjadi pemakaman tertinggi di dunia, mengungguli Memorial Necropole Ecumenica di Brasil. Menara Moksha akan menyediakan fasilitas untuk kremasi dan penguburan serta sebuah ruang keheningan yang terletak di atap menara.

(Sumber: amusingplanet.com)

Topik Terkait :

Trump buat murka negara Islam - Panglima TNI Baru

Jangan Lewatkan