Fakta di Balik Restoran Tertua Ini Sangat Mengejutkan

Restoran tertua di California ini mengalami tiga kali kebakaran, namun karena sesuatu hal membuat Cliff House terus dipertahankan hingga kini.

Ratih Wulan
| 4 Agustus 2016 09:30

Dream - Sebagai salah satu restoran tertua di California, Cliff House begitu tersohor karena menawarkan pemandangan yang indah. Bangunan ini berdiri di tepi tebing, jadi para pengunjung dapat bersantap nikmat sambil menghadap ke laut San Fransisco.

Cliff House pertama kali dibangun pada tahun 1863 sebagai resor keren untuk menarik kunjungan penduduk paling kaya di San Fransisco. Resor ini hanya berbentuk bangunan sederhana berlantai kayu yang menawarkan pemandangan garis pantai Pasifik. Kemudian berubah menjadi bangunan bergaya neoklasik, berstruktur beton, dan beratap rendah, pada tahun 1909.

Pada tahun 1881, Cliff House dibeli oleh jutawan Adolph Sutro yang kemudian menjabat sebagai Walikota San Fransiisco. Sejak saat itu, Sutro ingin mengubah restoran menjadi tempat yang sehat serta ramah sebagai destinasi keluarga.

Lalu resor ini direnovasi menjadi restoran. Seluruh kamar dihancurkan dan manajemen diganti dengan memperkerjakan orang-orang baru. Namun kejadian memilukan terjadi pada tahun 1894. Dimana kebakaran hebat menghanguskan bangunan bertepatan dengan proses pembangunan jalur kereta api, yang bertujuan membawa pengunjung memnuju ke atraksi pantai terpencil ini.

Dalam waktu dua tahun, Sutro telah membangun dan membuka kembali Cliff House. Gedung berlantai tujuh ini memiliki menara bergaya kastil Victoria yang megah. Arsitektur menara dibangun dengan sangat dekoratif dan dapat dimanfaat sebagai tempat observasi.

Cliff House memiliki beberapa ruangan pribadi, salon, galeri seni, ruang pameran permata, galeri foto dan sebuah beranda terbuka di lantai atas. Sehingga Cliff House yang baru dijuluki sebaga Istana Ginjerbread.

Tak berhenti sampai di situ saja, yang paling membuat orang-orang terkesan adalah tempat mandi Sutro yang berlokasi di teluk kecil sebelah utara restoran. Terdiri dari sebuah bangunan besar yang memiliki sebuah kolam renang air tawar dan enam kolam air asin. Semua diatur pada suhu tertentu yang dilindungi dengan penutup kaca.

Pemandian ini memiliki panjang 150 meter dengan lebar 77 meter yang dapat menampung air hingga 1,8 juta galon. Saat air laut sedang pasang, air akan mengalir langsung ke kolam dari laut terdekat. Namun saat air lebih rendah, telah disediakan pompa air turbin yang mampu mengisi tangki air selama lima jam.

Pemandian ini memiliki lebih dari 500 kamar ganti pribadi yang dilengkapi dengan 20.000 fasilitas mandi. Komplek pemandian ini juga memiliki sebuah museum yang menyimpan koleksi boneka, binatang dan dilengkapi dengan amphitheater berkapasitas 2.700 kursi.

Sayangnya semua fasilitas pemandian ini kembali dilalap api pada tahun 1907, hanya 11 tahun setelah dibangun ulang. Sedangkan bangunan versi ketiga restoran dibangun oleh Adolph Sutro Putri Emma Sutro Merriet. Riwayat restoran yang sering dilanda kebakaran, membuatnya mengubah struktur bangunan menjadi tahan api.

Baja beton digunakan untuk memperkuat bangunan. Sedangkan pemandian akhirnya selesai direnovasi pada pada 1930-an menjadi sebuah arena es skating. Tapi akhirnya terjual pada pengembang properti yang merubahnya menjadi apartemen bertingkat tinggi.

Lagi-lagi api menghancurkan bangunan tersebut, dan membuat proyek berakhir di tahun 1966. Akhirnya National Park Service mengakuisisi properti ini dan menjadikannya bagian dari Golden Gate National Recreation Area pada 1977. Mereka sedang berupaya merobohkan reruntuhan pemandian sebagai usaha pengeksplorasian.

Ya, itulah Cliff House. Sudah tiga kali terbakar, namun hingga kini tetap dipertahankan dan masih saja tampak indah memesona di bibir tebing.

(Sumber: amusingplanet)

Topik Terkait :

Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair

Jangan Lewatkan