Cicipi Sajian Shabu Shabu dalam Menu Personal yang Ekonomis

Jika biasanya menu Shabu Shabu identik dengan negara Jepang, maka restoran ini menawarkan sajian menu yang lebih kaya rasa.

Ratih Wulan
| 31 Agustus 2016 17:37

Dream - Bingung? Mau makan Shabu Shabu tapi tak ada teman untuk berbagi menu. Tidak usah khawatir karena sekarang menikmati Shabu Shabu bisa dalam personal pot.

Seperti yang ditawarkan restoran Double Pots yang terletak di lantai UG Mall Gandaria City, Jakarta Selatan. Menurut sang pemilik, Jacky Yen restoran ini memang ingin menyediakan menu Shabu Shabu dari berbagai negara di Asia dalam menu yang bisa dinikmati sendirian.

 Shabu shabu

Jika biasanya menu Shabu Shabu identik dengan negara Jepang, maka restoran ini menawarkan sajian menu yang lebih kaya rasa. Beragam Shabu Shabu dimodifikasi menjadi menu fusion yang telah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

" Kenapa Shabu Shabu karena di Indonesia lagi booming, ramai jadi kita buka menu fusion dari Jepang, Korea, Taiwan, Malaysia dan China," ungkap Jacky saat dijumpai di restorannya, Rabu, 31 Agustus 2016.

 Shabu shabu

Tak hanya dari luar negeri saja, sang pemilik juga turut memasukkan unsur makanan tradisional ke dalam buku menunya. Sehingga sup buntut ikut bertengger sebagai salah satu menu andalan di sini.

" Kita cari makanan tradisional yang cocok untuk masuk sini, sekarang baru sop buntut selanjutnya sedang kita pikirkan untuk mengembangkan soto," imbuhnya.

 shabu shabu

Sejak dibuka Desember tahun lalu, restoran yang mengusung konsep modern kontemporer ini ramai didatangi para pekerja kantoran saat makan siang. Ditambahkan pendiri lainnya, William Wongso bahwa menu Korean Spicy, Taiwanese Spicy dan Beef menjadi menu yang paling difavoritkan pengunjung.

" Menu telah disesuaikan karena kalau dari Taiwan langsung rasanya terlalu hambar. Sedangkan Tom Yum dari Thailand terlalu asam sedangkan orang Indonesia lebih suka yang pedas," terang William.

 shabu shabu

Meskipun telah berubah menjadi fusion, mereka tetap mengupayakan agar rasa tetap mirip sehingga mengimpor sebagian rempahnya. Seperti biji mala dari Taiwan, mie khas Taiwan dan Korea serta daging khas dari Australia.

" Korean spicy memakai impor saus, jadi rasanya tetap seperti makanan Korea. Sedangkan kalau Taiwan Spicy itu lebih kaya rasa dan berbumbu dengan campuran buah mala yang rasanya pedas kayak lada," imbuh Jacky.

 shabu shabu

Nah, buat yang penasaran ingin makan menu-menu tersebut dapat menuju Double Pots yang baru ada di Gandaria City atau di Cilandak Towns Square. Cara mencarinya pun cukup mudah, karena kedua restoran ditandai dengan mural anak kecil lucu dan ceria sedang makan.

" Kapasitas 68 orang. Kisaran harga appetizer Rp 18.000-24.000. Main course dari Rp 75.000-88.000 sedangkan Double Pots Rp 90.000-98.000," pungkas Jacky.

Topik Terkait :

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik

Jangan Lewatkan