Coffee Festival Toba 2017 Siap Memikat Para Pecinta Kopi

Coffee Festival Toba 2017 di Sipinsur Park-Danau Toba akan dilaksanakan pada tanggal.....

Puri Yuanita
| 13 November 2017 10:19

Dream - Danau Toba terus memaksimalkan potensinya pasca ditetapkan menjadi destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Salah satunya dengan menggelar Coffee Festival Toba 2017 di Sipinsur Park-Danau Toba yang akan dilaksanakan 2-3 Desember 2017 mendatang.

Wakil Gubernur Sumut, Nurhajizah mengatakan, ini adalah usaha Sumatera Utara (Sumut) untuk mengembangkan produk kopi yang dikenal salah satu terbaik di dunia. Kata dia, tujuan utama festival ini untuk memperkenalkan lebih dalam akan keragaman jenis kopi khas Indonesia terutama di kawasan Sumut sehingga pariwisata Danau Toba dapat memperbanyak jumlah wisatawan melalui agrowisata kopi.

Bukan tanpa dasar, karena faktanya banyak wisatawan mancanegara (wisman) menjadikan kopi Sumut seperti kopi Lintong, kopi Mandheling, kopi Sidikalang, kopi Tarutung, kopi Silimakuta, kopi Dolog Sanggul, kopi Karo, dan kopi Samosir sebagai oleh-oleh wajib jika mereka berwisata ke Danau Toba dan sekitarnya.

" Kopi-kopi yang dihasilkan Sumut ini mulai diakui dan dicari oleh para peracik kopi dunia. Nah, dalam rangka mempromosikan kopi Sumut itu, Coffee Festival Toba diyakini bisa mendatangkan wisatawan, termasuk dari mancanegara penikmat kopi," kata Nurhajizah, dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 13 November 2017.

kopi

Coffee Festival Toba 2017 ini, lanjut Nurhajizah, selain menjadi ajang silaturahim antarjejaring pelaku usaha kopi dan penikmat kopi, acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan industri pariwisata Sumut. Karena itu, di Coffee Festival Toba 2017 nanti juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif seperti workshop " Racik Kopi & Field Trip" , seminar, kompetisi, musik dan lain-lain.

" Coffee Festival Toba 2017 ini diharapkan mampu memberikan dampak besar terhadap produktivitas kopi di Indonesia, sekaligus mempercepat pergerakan ekonomi di wilayah Sumut. Kegiatan ini nanti juga dapat dijadikan momentum dibangunnya kerjasama kemitraan strategis antara petani kopi dan perusahaan industri pengolahan kopi. Bahkan bisa dengan eksportir kopi," papar Nurhajizah.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga penghasil kopi di dunia setelah Brazil dan Vietnam, dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton per tahun (8,9%) dari produksi kopi dunia.

Saat ini, yang paling terkenal di dunia adalah kopi Luwak dari sebelas kopi Indonesia yang telah mendunia namanya. Sedangkan kopi Sumut yang sudah mendapat pengakuan mancanegara adalah kopi Sumatera Arabika dari Simalungun Utara, kopi Sidikalang, kopi Mandailing, kopi Tarutung dan kopi Lintong.

" Penikmat kopi sudah mengetahui khasiat kopi bagi kesehatan, dan ini menjadi gaya hidup. Kopi Sumut kopi ini sangat diminati para penggemar kopi baik dalam negeri maupun luar negeri," ujar Nurhajizah.

Rencananya, Coffee Festival Toba 2017 akan diikuti 30 peserta. Selain dari sentra penghasil kopi Sumut, juga ada yang berasal dari daerah lain seperti Jakarta, Bekasi, Surabaya, Palembang, dan Makassar. " Semoga melalui kegiatan ini, bisnis kopi menjadi bisnis yang besar. Sehingga menjadi ikon baru di Sumut baik dari sisi budaya, ekonomi dan pariwisatanya," pungkas Nurhajizah.

Rekam Jejak Korupsi Setya Novanto

Jangan Lewatkan