Dubai Jadi Destinasi Pilihan untuk Startup

Dubai dilaporkan berada di posisi ke-29 secara global berdasarkan indeks Startup Cities, oleh Nestpick, sebuah startup asal Berlin yang melakukan studi kepada 85 kota startup paling dinamis di dunia.

Puri Yuanita
| 12 Oktober 2017 15:21

Dream - Sebuah fondasi bagi pertumbuhan sosial dan finansial, inovasi merupakan kunci untuk membantu pertumbuhan ekonomi. UEA, dan Dubai khususnya, saat ini telah menjalankan konsep dalam mengimplementasikan apa yang akan diimplementasikan oleh negara lain pada 10 tahun mendatang. Inovasi tetap menjadi poin penting dalam inisiatif 'Dubai 10X' dan menjadi pola pikir utama untuk mencapai status kota: 'future-ready' yang dimiliki Dubai.

Saat Dubai memposisikan kotanya sebagai ibukota dunia dalam hal inovasi, kewirausahaan tentunya menjadi tonggak utama untuk misi ini. Lingkungan yang selalu memungkinkan di Dubai menawarkan banyak keuntungan dan kemudahan bagi para wirausahawan dan menjadikannya sebuah tempat untuk mewujudkan gagasan yang mereka miliki.

Dubai memiliki lokasi strategis sebagai pusat transit maskapai-maskapai dunia dan berhasil menempatkan kota ini sebagai pusat logistik dan pariwisata yang menghubungkan negara-negara timur dan barat. Akses yang mudah dan negara-negara yang bertumbuh di sekitarnya memberikan sebuah kesempatan bagi para startup di Dubai untuk berpikir secara global sejak awal.

Baru-baru ini, Dubai dilaporkan berada di posisi ke-29 secara global berdasarkan indeks Startup Cities, oleh Nestpick, sebuah startup asal Berlin yang melakukan studi kepada 85 kota startup paling dinamis di dunia. Dubai berada di atas beberapa kota dengan ekosistem startup terkemuka seperti New York, London dan Tokyo. Telah terjadi pertumbuhan pesat terhadap jumlah startup yang bermunculan di kota ini, yang dapat dikatakan, dihasilkan oleh dukungan penuh serta tranparansi pemerintah dan pihak berwenang.

Beberapa kisah sukses startup sudah dapat ditemukan di Dubai. Layanan pesan mobil pertama di Dubai diluncurkan pada 2012 bernama Careem, dan dengan cepat menjadi layanan esensial bagi ribuan warga yang mencari transportasi--bukan hanya di UEA namun juga di 16 negara di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Startup lainnya yang telah mencapai sukses adalah Souq, yang merupakan situs belanja online di wilayah ini, dengan lebih dari 1,5 juta pengunjung setiap harinya.

Pemimpin e-commerce global Amazon kini telah menyelesaikan akuisisi Souq, menjadi sebuah tonggak sejarah bagi wilayah Arab dan juga bagi lanskap kewirausahaan di Timur Tengah. Dua kisah ini merupakan bagian diantara kisah sukses lainnya, yang menjadikan semakin banyaknya wirausahawan dan investor yang terus melihat Dubai sebagai kunci masuk utama untuk meraih sukses.

Dubai telah secara aktif mengembangkan strategi dan kerangka kerja inovasi nasional, di berbagai industri, untuk mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi. Usaha diversifikasi pemasukan ekonomi telah secara sukses meningkatkan kontribusi dari sektor non-minyak yang mencapai lebih dari 95% dari GDP kota ini. The Dubai Plan 2021, sejalan dengan Visi UEA 2021, berfokus pada pergerakan menuju model ekonomi berkelanjutan, didorong oleh produktivitas dan inovasi.

Untuk mencapai ambisi ini, Dubai berinvestasi pada inovasi dan kewirausahaan dalam berbagai industri, termasuk pariwisata, untuk menjadi sebuah wadah yang menekankan pentingnya evolusi berkesinambungan dan juga perkembangan. Sejalan dengan visi Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Penguasa Dubai dan juga Wakil Presiden UEA dan Perdana Menteri, dan juga sebagai bagian dari Tourism Vision 2020, Department of Tourism & Commerce Marketing Dubai berencana menyambut 20 juta pengunjung setiap tahunnya pada tahun 2020.

Visi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah solusi kreatif dan inovatif untuk memperkaya pengalaman pengunjung dan preferensi secara utuh. Saat Dubai terlihat lebih memperkaya penawaran wisata dan memastikan sektor ini terus memberikan kontribusi signifikan terhadap prospek ekonomi, solusi mutakhir terbaru yang segar menjadi sangat penting.

Dalam upaya menemukan serangkaian solusi inovatif dan memfasilitasi pertumbuhan ekosistem startup lebih lanjut, Dubai Tourism telah meluncurkan Kompetisi Dubai Tourism Startup yang diadakan pertama kalinya bernama Futurisme, bekerja sama dengan GITEX Future Stars. Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong pemikiran kritis, dengan mengundang ide-ide cemerlang dari seluruh dunia untuk menampilkan gagasan inovatif, produk dan rencana bisnis mereka yang akan meningkatkan layanan perhotelan dan pengalaman pengunjung secara keseluruhan, yang pada akhirnya akan merevolusi sektor perjalanan dan pariwisata kota. Hal ini dirancang untuk menghadirkan teknologi dan inovasi kreatif ke dalam industri, dan memberikan sarana bagi startup di industri teknologi pariwisata untuk berkumpul dan menciptakan solusi bagi wisatawan dari seluruh dunia.

Kompetisi ini adalah salah satu dari sekian banyak wadah yang diciptakan Dubai untuk menawarkan inovasi kepada para inovator. Selama satu dekade terakhir, Dubai telah mengakui peran penting startup dalam mengevolusi kota, dan dalam menentukan masa depan. Dubai membangun sebuah lingkungan yang mendukung kesuksesan startup.

Jaringan think-tank dan inkubator yang kuat yang berbasis di kota, dikombinasikan dengan sektor swasta yang berkembang, dan kedekatan geografis yang ideal dengan pasar-pasar utama, membuat Dubai menjadi tujuan penting bagi gagasan inovatif dan juga pemula untuk berkembang. Saat Dubai terus melangkah menuju inovasi dan keunggulan, pertumbuhan startup yang sukses akan bertindak sebagai akselerator yang mendorong kota serta sektor pariwisata, ke tingkat yang lebih tinggi.

Topik Terkait :

Fakta di balik hutan hujan Amazon

Jangan Lewatkan