Heboh Belasan Turis Belanda Keliling Semarang Naik Becak

Bertolak dari Hotel Santika Semarang, tiga belas turis naik becak bareng mengunjungi Lawang Sewu. Dilanjut ke.....

Puri Yuanita
| 7 April 2017 13:43

Dream - Kota Semarang semakin menarik bagi wisatawan asing. Terutama keelokan wisata bangunan tua bersejarah seperti Kota Lama dan Lawang Sewu. Itu pula yang membuat kesengsem 13 turis asal Belanda ini. Dalam kunjungan wisatanya ke Semarang Rabu 5 April 2017 lalu, mereka menghabiskan waktunya di bangunan-bangunan tua. Asyiknya lagi belasan turis ini sengaja berkeliling kota naik becak.

Bertolak dari Hotel Santika Semarang, tiga belas turis naik becak bareng mengunjungi Lawang Sewu. Dilanjut ke Klenteng Sam Poo Kong, dan destinasi terakhir di Kota Lama. Di sini mereka terkagum-kagum dengan arsitektur bangunan Gereja Blenduk.

" Kami suka dengan suasana Kota Semarang, bangunan kuno yang ada masih terawat bagus seperti di Lawang Sewu, jejak sejarah masih terlihat bagus," kata Miss Ellen, ketua rombongan turis ini, dikutip dari keterangan pers tertulis, Jumat 7 April 2017.

 semarang

Dia juga terkesan dengan transportasi tradisional berupa becak yang menurutnya masih eksis di era transportasi modern. Dia bersama rombongan sengaja menaiki becak satu penumpang satu becak. Ini merupakan pengalaman pertama mereka menaiki moda transpotasi tradisional roda tiga ini.

" Transpotasi ini (becak, red) sangat ramah lingkungan, kami suka menaikinya dan warga Semarang rupanya masih mempertahankan sosial budayanya," katanya.

Rombongan tambah berkesan tatkala memasuki kawasan Kota Lama Semarang. Kawasan yang akan dijadikan World Heritage UNESCO ini menghipnotis para turis lantaran seperti berada di negara mereka.

" Kami merasakan aura suasana negara kami, bangunan khas Eropa masih berdiri megah di sini, apalagi Gereja Blenduk, sangat indah walau sudah tua umurnya," ujarnya.

 semarang

Dia dan beberapa turis lantas mengamati sudut-sudut arsitektur Gereje Blenduk. Tak lupa mengabadikan momen dengan kamera sebagai kenang-kenangan telah menyambangi " Little Netherlandnya" Indonesia ini.

Di akhir perjalanan, rombongan juga berkesempatan mendatangi jajanan kuliner khas Semarang, Lumpia. Mereka mencicipi langsung di tempat pembuatannya di Gang Lombok, Komplek Pecinan Semarang.

Menpar Arief Yahya sudah pernah berbicara dengan Walikota Semarang Hendi Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Hevearita G Rahayu soal Kota Lama Semarang. Menurut dia, heritage yang ada di bekas peninggalan Belanda itu memang masih oke dan banyal yang utuh. " Karena itu harus ditata ulang, direstorasi bangunan yang perlu dipoles, tanpa harus mengubah bentuk aslinya," kata Menpar Arief Yahya.

 semarang

Ada perusahaan hotel dan heritage building di Spanyol yang ahli, namanya Paradores, yang pernah bertemu Menpar Arief di Madrid. Mereka sangat berpengalaman, karena sudah sekitar 94 heritage building, dari bekas kastil, bekas istana, sampai bekas penjara pun disulap menjadi hotel yang menarik. " Mereka juga mau menjadi konsultannya," tutur Arief Yahya.

Semarang, kata dia, kaya akan heritage building dan itu menjadi kekuatan Kota Lumpia sebagai destinasi wisata berkelas. Apalagi cruise line sudah mulai banyak yang merapat ke Tanjung Emas, dan mereka berkesempatan city tour ke Kota Lama. " Maka, manfaatkan agar mereka bisa berlama-lama dan terkesan dengan Kota Semarang," tandas Menpar.

BERANI BERUBAH: Gelas Kesuksesan Korban PHK

Jangan Lewatkan