Inilah Hattusa, Situs Kuno yang Mengungkap Jejak Bangsa Het

Bangsa Het memainkan peran penting dalam sejarah kuno.

Puri Yuanita
| 3 Juli 2017 16:19

Dream - Salah satu daya tarik yang jarang dikunjungi di Turki, padahal secara historis sangat menarik, adalah sebuah kota kuno yang telah hancur yang dikenal sebagai Hattusa. Hattusa terletak di dekat Bogazkale yang berlokasi di sekitar wilayah Sungai Kizilirmak.

Kota ini pernah menjadi ibukota Kekaisaran Hittite (Het), sebuah negara adidaya dari zaman perunggu akhir yang wilayah kekuasaannya terbentang dari Anatolia hingga Suriah utara, dari Laut Aegea di barat sampai ke Efrat di timur.

 het

Dahulu dalam pertempuran Kadesh, bangsa Het pernah melawan kerajaan Mesir yang perkasa hingga hampir membunuh Firaun Ramses dan memaksanya untuk kembali ke Mesir. Bertahun-tahun kemudian, orang-orang Mesir dan orang Het menandatangani sebuah perjanjian damai, yang diyakini merupakan yang tertua di dunia.

Bangsa Het memainkan peran penting dalam sejarah kuno. Jauh lebih besar dari yang termaktub dalam buku-buku sejarah modern. Orang Het mengembangkan kereta teringan dan tercepat di dunia. Meski kala itu masih zaman perunggu, Mereka sudah membuat dan menggunakan alat-alat besi.

 het

Pada pergantian abad ke-10, bangsa Het sempat dianggap hanya sebuah desas-desus karena tidak ditemukan bukti keberadaan kekaisaran mereka. Namun anggapan tersebut berubah setelah penemuan dan penggalian Hattusa. Bersamaan dengan penggalian tersebut, ditemukan banyak bukti yang mendokumentasikan aktivitas bangsa Het di masa lalu.

Hattusa terletak di ujung selatan dataran Budakozu, di lereng yang menanjak sekitar 300 meter di atas lembah. Dikelilingi ladang pertanian yang kaya, lahan bukit dengan padang rumput serta hutan. Diperkirakan, situs ini awalnya dihuni oleh penduduk asli Hattian sebelum akhirnya menjadi ibukota bangsa Het sekitar 2000 SM.

 het

Hattusa hancur bersamaan dengan hancurnya bangsa Het itu sendiri pada abad ke-12 SM. Penggalian menunjukkan bahwa kota itu dibakar hingga rata dengan tanah. Penghancuran ini nampaknya telah terjadi setelah banyak penduduk Hattusa yang meninggalkan kota tersebut, membawa barang-barang berharga dan juga catatan resmi kota tersebut. Situs yang ditemukan oleh arkeolog itu tidak lebih dari sebuah kota hantu selama hari-hari terakhirnya.

 het

Pada puncaknya, kota ini ditutup seluas 1,8 km persegi dan terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian dalam dan luar. Keduanya dikelilingi oleh tembok yang besar. Kota bagian dalam terdiri atas benteng dengan bangunan administrasi serta kuil yang besar. Sementara tempat tinggal raja atau acropolis dibangun di atas bukit yang tinggi.

Di sebelah selatan terbentang sebuah kota luar sekitar 1 km persegi, dengan gerbang yang rumit dihiasi relief berukiran singa, sphinx dan pejuang. Di sini terdapat empat kuil, masing-masing mengelilingi halaman berlantai dengan bangunan tempat tinggal. Di luar tembok ada makam yang sebagian besar berisi penguburan kremasi. Antara 40-50 ribu orang diyakini telah tinggal di kota di atas puncak.

 het

(Sumber: amusingplanet.com)

 

Topik Terkait :

Streaming [Teaser] Exclusive Interview with Jamie Foxx & Joseph Gordon - Levitt di Film PROJECT POWER Netflix

Jangan Lewatkan