Jangan Lakukan Hal Ini Saat Traveling ke Pulau Komodo

Apa saja?

Ahmad Baiquni
| 27 November 2018 11:11

Dream - Taman Nasional Komodo semakin diminati wisatawan baik domestik maupun asing. Tentu, hal itu berdampak pada meningkatnya perekonomian setempat.

Di sisi lain, peningkatan tersebut juga membawa ancaman. Salah satunya, keberadaan tangan-tangan jahil cukup berbahaya bagi kelangsungan ekosistem di sana.

Seperti yang terjadi Rabu malam, 1 Agustus lalu. Gili Lawa yang masuk dalam komplek Taman Nasional Komodo terbakar gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan.

 Taman Nasional Komodo

Kobaran api cepat membesar akibat terpaan angin yang cukup kencang. Alhasil, pulau yang biasa dipakai para wisatawan untuk menikmati indahnya matahari terbit dan tenggelam itu menghitam.

PIC Labuan Bajo Pokja Destinasi Prioritas Kementerian Pariwisata, Shana Fatina, mengatakan insiden semacam itu bisa terjadi akibat wisatawan tidak memahami apa saja yang terlarang dilakukan. Banyak wisatawan, terutama domestik, tidak mengerti Taman Nasional Komodo adalah wilayah konservasi.

" Kalau wisatawan asing malah sangat berhati-hati saat ke sana karena mereka tahu bahwa kawasan itu adalah warisan dunia," ujar Shana, dikutip dari Liputan6.com.

 Taman Nasional Komodo

Shana mengatakan menyalakan api merupakan salah satu hal yang dilarang dilakukan di Taman Nasional Komodo. Ini termasuk untuk merokok atau membuat api unggun.

Selain itu, wisatawan juga dilarang menyentuh semua jenis hewan. Ini karena hewan bisa merasa terancam akibat sentuhan manusia.

Tak hanya itu, para penyelam juga diminta untuk tidak menyentuh karang. Terdapat 11 titik penyelaman dengan pemandangan indah di sekitar Taman Nasional Komodo dan hanya mereka yang memegang sertifikat advance yang diizinkan menyelam.

 Taman Nasional Komodo

" Kalau masih baru, lebih baik bilang ke guide-nya. Nanti dia akan mengarahkan ke lokasi yang lebih pas," ucap Shana.

Masih ada larangan lainnya, yaitu membawa air minum dalam kemasan sekali pakai atau makanan dalam wadah styrofoam atau gabus. Wisatawan dianjurkan membawa botol minuman atau wadah makanan ramah lingkungan.

Selain itu, setiap pengunjung diwajibkan membawa kembali sampahnya. Juga, terlarang hukumnya membawa apapun dari Taman Nasional Komodo, meski hewan sudah mati maupun pasir.

Sumber: Liputan6.com/Dinny Mutiah

JOKOWI AKUI TAHU BAHASA ACEH DI DEPAN ULAMA

Jangan Lewatkan