Kepulauan Indah Ini Terbuka Buat Turis, Syaratnya Sudah Divaksin

Wisatawan yang belum divaksin tidak dibolehkan masuk.

Ahmad Baiquni
| 25 Januari 2021 11:10

Dream - Seychelles, negara berbasis kepulauan di Samudra Hindia sebentar lagi akan membuka pintu untuk wisatawan di tengah pandemi Covid-19. Tetapi, ada syaratnya.

Pemerintah Seychelles tidak akan menerapkan karantina masuk. Asalkan para wisatawan yang datang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

" Kami berharap ini akan membuka industri pariwisata bagi penduduk setempat, terutama untuk hotel-hotel kecil yang berjuang di La Digue, Praslin dan juga di Mahe," ujar Menteri Pariwisata dan Luar Negeri Seychelles, Sylvestre Radegonde, dikutip dari Lonely Planet.

 Seychelles

Bagi wisatawan yang akan berlibur di negara dengan 115 pulau di Afrika timur ini diharuskan menunjukkan sertifikat vaksinasi. Juga bukti tes PCR dengan hasil negatif, diambil dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan atau sekitar 3 hari.

Selain itu, wisatawan tersebut juga hanya memenuhi syarat untuk masuk selama dua minggu setelah menerima dosis vaksin kedua. Mereka juga diharuskan mengunggah sertifikat vaksinasi dan bukti tes PCR negatif ke portal aplikasi Otorisasi Perjalanan Seychelles sebelum keberangkatan, bersama dengan informasi paspor, rincian penerbangan dan akomodasi.

Hal ini juga berlaku untuk pengunjung dalam negeri yang termasuk dalam daftar Seychelles Kategori 1 dan 2. Juga ereka yang tiba dengan jet pribadi harus menunjukkan hasil PCR negatif yang diambil dalam waktu 72 jam setelah kedatangan.

 Seychelles

Pengunjung yang tidak divaksinasi tidak dibolehkan masuk. Peraturan tersebut mulai berlaku hingga pertengahan Maret nanti ketika diperkirakan hampir tiga perempat populasi orang dewasa di Seychelles divaksinasi.

Pantai Seychelles adalah daya tarik utama bagi pengunjung, karena air biru kehijauan dan pohon palemnya yang sangat memikat. Selain itu, kamu juga dapat menyelam dan snorkeling.

Pembukaan kembali wisata Seychelles ini sangat penting bagi negara kepulauan tersebut, karena telah menyumbang sekitar 65 persen dari Produk Domestik Brutonya.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

Batasi Mobilitas Masyarakat Langkah Satu-Satunya Hadapi Covid-19

Jangan Lewatkan