Mantap Jadi '10 Bali Baru', Tanjung Lesung Bikin Atraksi Keren

Dan satu lagi destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah resmi dibuka di Tanjung Lesung, yakni Mongolian Culture Center (MCC).

Puri Yuanita
| 26 April 2017 12:19

Dream - Tanjung Lesung, Banten yang sempat " mati suri" lebih dari dua dasawarsa, kini makin ngejos. Tambah banyak atraksi yang sedang dikebut, paralel dengan penyelesaikan tol dari Serang ke Panimbang 84 kilometer itu. " Begitu akses tol selesai, Tanjung Lesung pasti take off! Destinasi prioritas yang dekat dengan pasar ibukota Jakarta," jelas Arief Yahya dikutip dari keterangan pers tertulis, Rabu 26 April 2017.

Dan satu lagi destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah resmi dibuka di Tanjung Lesung, yakni Mongolian Culture Center (MCC) di Tanjung Lesung Beach, pada Minggu, 23 April 2017 lalu. Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu mengatakan, dibangunnya MCC adalah bentuk dukungan dan kepedulian Mongolia untuk salah satu 10 Bali Baru Kemenpar agar memiliki atraksi yang bisa disaksikan.

" Ini adalah bagian dukungan Mongolia untuk melengkapi 3 A yang sering diungkapkan oleh Pak Menteri Pariwisata Arief Yahya. Terima kasih kepada Mongolia membuat Tanjung Lesung semakin berwarna," ujar Pitana.

Dalam acara grand opening tersebut, Kemenpar diwakili oleh Kepala Bidang Misi Penjualan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Afrida Pelitasari, hadir juga General Manager Tanjung Lesung Resort Widi Widiasmanto, Para Pejabat PT Banten West Java (BWJ), Duta Besar Mongolia untuk Indonesia Mdm Shagdar Battsetseg dan banyak tamu undangan.

Vinsensius menambahkan, dengan adanya atraksi MCC ini semoga Tanjung Lesung tambah memiliki daya tarik baru untuk dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. " Karena Mongolia sangat menarik untuk dipelajari terkait dengan sejarah yang unik. Mongolia merupakan negara yang penuh sejarah dan sangat dikenal dunia, sehingga bisa mendatangkan wisatawan Mongolia untuk hadir ke Tanjung Lesung, selain itu juga menarik untuk wisatawan mancanegara dari negara lain. Jadi silahkan datang ke Tanjung Lesung," kata Vinsensius.

Menurut Vinsen, ini adalah bagian dari usaha Kemenpar untuk bisa mendatangkan wisman di tahun-tahun berikutnya. " Jadi, ketika ke Tanjung Lesung bukan hanya hanya melihat, pantai, budaya Banten, kearifan lokal namun kita juga bisa menikmati sebuah budaya negara lain namun ada di Tanjung Lesung. Budaya Mongolia menarik untuk dipelajari dan dikunjungi, jadi yang terangkat destinasi kita," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Banten West Java (BWJ) Poernomo Siswoprasetijo didampingi PIC Tanjung Lesung Pokja Percepatan 10 Bali Baru Kemenpar Ida Irawati mengatakan, dengan berdirinya MCC ini merupakan cara cerdas bagi pengelola dan Kemenpar dalam memanfaatkan peluang, potensi dan memberikan hubungan yang baik bagi para pengunjung.

" Mongolia itu destinasi menarik, akan banyak negara yang penasaran dengan budayanya. Kami sudah mendapatkan kabar bahwa mereka akan mengembangkan tempatnya satu hektar lebih di Tanjung Lesung. Untuk saat ini, diawali dengan MCC terlebih dahulu," kata pria yang juga Ketua PATA Chapter Indonesia itu.

Kata Poernomo, di area Tanjung Lesung Beach, MCC sudah mendirikan 4 tenda besar yang langsung dibawa dari Mongolia dan 4 tenda kecil sebagai pendukung. Tenda-tenda tersebut, imbuh Ida, nantinya bisa menjadi tempat menginap para pengunjung dan wisatawan lainnya.

" Ini adalah MCC terbesar Mongolia di Asia. Di dalam tenda itu akan banyak ornamen dan ciri khas Mongolia. Contohnya kebiasaan mereka memanah, jadi sangat khas dan membuat seksi Tanjung Lesung," katanya.

Salah satu anak perusahaan Jababeka Group, PT Banten West Java TDC menjadi pengembang kawasan wisata di KEK Tanjung Lesung. KEK Tanjung Lesung dikembangkan di atas tanah seluas 1500 hektar dan dilengkapi dengan prasarana infrastruktur yang lengkap seperti jalan, listrik, jaringan internet, telepon, gas, jaringan fiber optik hingga penyediaan air bersih (water treatment plant) dan pengolahan air limbah (waste water treatment plant).

Prasarana ini akan beroperasi dengan kebijakan yang ramah lingkungan dan memiliki kapasitas yang mendukung pertumbuhan kawasan di masa mendatang. Pembangunan ini dilakukan sesuai dengan Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Pembangunan Strategis Nasional.

Selain itu, Tanjung Lesung juga telah memiliki sejumlah penginapan bertaraf internasional seperti 44 unit vila dengan fasilitas private pool yaitu Kalicaa Villa Estate, 61 unit cottage di Tanjung Lesung Beach Hotel, Hotel Blue Fish, Sailing Club, dan Green Coral Exclusive Camping.

Investor pariwisata juga akan mendapatkan berbagai macam pilihan proyek investasi yang menarik seperti Marina, hotel, theme park, restoran, museum dan food hub. Di tahun 2016 lalu, PT Banten West Java juga sudah mulai membangun beberapa proyek baru untuk memfasilitasi pengunjung. Di antaranya adalah Airstrip, SMA President, Ladda Bay Village, Ladda Public Beach, Kampoeng Sawah Cottage & Villa, dan Revati Residences Apartment.

Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-

Jangan Lewatkan