Masjid Putra, Peneduh Kesibukan Putrajaya

Masjid ini menjadi landmark dari Putrajaya.

Ahmad Baiquni
| 18 September 2019 11:11

Dream - Jika sedang di Malaysia, ada baiknya berkunjung ke Putrajaya. Kota ini terletak tidak jauh dari Kuala Lumpur. Kamu hanya butuh waktu sekitar 45 menit berkendara menuju kawasan ini dari pusat keramaian Kuala Lumpur.

Sebagai kawasan administrasi menggantikan Kuala Lumpur, Putrajaya tentu sangat sibuk. Di sana berdiri banyak sekali gedung yang menjadi kantor sejumlah kementerian dan lembaga negara.

Di tengah kesibukan itu, Masjid Putra hadir. Tempat ibadah ini menjadi peneduh bagi mereka yang berkarya Putrajaya.

Bersama Tourism Malaysia, Dream singgah sejenak di masjid ini akhir pekan lalu. Masjid ini cukup ramai dikunjungi banyak orang. Bahkan ada banyak non-Muslim yang berkunjung untuk mengagumi arsitektur masjid ini.

 Masjid Putra

Teras depan Masjid Putra (Dream.co.id/Ahmad Baiquni)

Nama masjid ini diambil dari nama Perdana Menteri Malaysia pertama, Tunku Abdul Rahman Putra Al Haj. Masjid ini dibangun pada posisi yang menjorok ke sungai, sehingga kerap juga disebut dengan masjid apung.

Letak masjid ini tidak jauh dari Perdana Putra, bangunan yang berfungsi sebagai Istana Perdana Menteri Malaysia. Jika berada di Alun-alun Putra, kamu akan menjumpai masjid ini berada di sisi barat, sedangkan Perdana Putra berdiri megah di utara.

 Masjid Putra

Gerbang Masjid Putra dari dalam (Dream.co.id/Ahmad Baiquni)

Masjid ini sangat terkenal dengan kubah merahnya yang terbuat dari granit. Tinggi kubah utamanya mencapai 80 meter. Terlihat indah dan mencolok dari kejauhan.

Masjid Putra mampu menampung 15 ribu jemaah. Bangunannya sendiri terbagi menjadi tiga lantai, dengan dua lantai di permukaan difungsikan sebagai ruang sholat dan aktivitas, sedangkan satu lantai di bawah tanah berfungsi sebagai tempat wudhu.

 Masjid Putra

Mihrab Masjid Putra (Dream.co.id/Ahmad Baiquni)

Area masjid ini terbagi menjadi tiga. Ketika hendak masuk, pengunjung akan disapa gerbang megah berarsitektur geometris, ciri khas seni Islam. Desain gerbang ini sendiri terinspirasi dari Masjid Raja Hassan II Casablanca, Maroko.

Setelah itu, pengunjung akan menjumpai teras terbuka yang cukup luas. Di kanan kirinya terdapat beberapa tanaman yang ditempatkan di wadah khusus menyatu dengan teras. Sementara di sisi kiri teras, menara masjid menjulang ke langit dengan ketinggian 116 meter.

Masuk ke dalam, kita akan menjumpai ruang sholat. Bentuknya sederhana, namun sangat anggun. Ini karena ruangan dihias dengan arsitektur yang indah. Ruangan ini terbagi dua lantai, lantai pertama untuk jemaah pria dan lantai kedua untuk wanita.

Pada bagian depan, terdapat mihrab yang didesain dengan sangat cantik. Bagian atasnya didesain dengan kaligrafi begitu indah berpadu hiasan bertema tanaman.

 Masjid Putra

Mimbar Masjid Putra (Dream.co.id/Ahmad Baiquni)

Di sisi kanan, mimbar kayu berdiri dengan begitu kokoh. Tingginya mencapai lima meter, dengan pintu setinggi pinggang orang dewasa yang tertutup pada bagian depan. Di sinilah para khatib menyampaikan khutbahnya setiap Sholat Jumat.

Di bagian tengah, 12 pilar berdiri kokoh menopang atap. Beberapa lampu gantung mempercantik bagian langit-langit masjid.

 Masjid Putra

Ruang sholat pria pada Masjid Putra (Dream.co.id/Ahmad Baiquni)

Masjid ini dibangun pertama kali pada 1997 dan selesai selama dua tahun kemudian, yaitu pada 1999. Masjid ini kerap digunakan Perdana Menteri Malaysia untuk sholat Jumat bersama tamu negara yang beragama Islam. Sejumlah pejabat juga kerap melaksanakan sholat di masjid ini.

Topik Terkait :

Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting

Jangan Lewatkan