Mengenal Singapura Lewat Budaya Baba dan Nyonya yang Unik

Baba dan Nyonya merupakan representasi dari hasil akulturasi budaya China dan pribumi Melayu.

Ahmad Baiquni
| 31 Oktober 2021 19:37

Dream - Sudah menjadi pemahaman umum, budaya Singapura terdiri dari berbagai unsur. Meski demikian, setiap unsur tersebut mampu melebur dan menjadi identitas yang khas Singapura.

Salah satu budaya yang begitu otentik di Singapura adalah Baba dan Nyonya. Budaya ini merupakan peleburan antara unsur China dan pribumi Melayu.

Kultur Baba dan Nyonya dapat kita jumpai di Katong, yang menjadi destinasi wisata unggulan di Singapura. Distrik ini menawarkan pengalaman seru traveling, terutama bagi pecinta sejarah, budaya, serta kuliner.

Distrik ini adalah wujud nyata budaya Peranakan tradisional Singapura, dengan atmosfer abad ke-20 yang masih terawat dengan sangat baik. Kawasan yang dulunya perkebunan kelapa ini awalnya adalah tempat berlibur akhir pekan para kaum elit.

Katong kemudian berkembang menjadi pemukiman kaum Peranakan pinggir kota pada awal abad ke-20. Saat ini Katong masih mempertahankan budaya Peranakan yang tampak lewat arsitektur rumah-toko (ruko) kuno dan tempat makan yang bertahan antar-generasi.

Buat kamu yang ingin merasakan suasana laiknya orang lokal, Katong adalah tempat yang pas. Ada banyak hotel butik yang beroperasi di pemukiman penduduk.

 

 

Selanjutnya :

Hotel dengan Nuansa Otentik

Persiapan Pernikahan yang Tinggal Menghitung Hari, Venna Melinda & Ferry Irawan Pre-wedding di Bali

Jangan Lewatkan