Menguak Misteri 'Bilik Telepon Kematian' di Jepang

Anehnya, masyarakat sering datang ke bilik tersebut untuk berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang tercinta yang meninggal dalam bencana alam Tsunami beberapa tahun lalu.

Puri Yuanita
| 27 Maret 2017 16:50

Dream - Pada tahun 2011 silam, gempa dan Tsunami berkekuatan besar berhasil meluluhlantakkan negara Jepang. Hampir 16.000 orang meninggal akibat bencana alam tersebut dan beberapa korban yang selamat pun hingga kini masih merasakan kedukaan yang mendalam karena ditinggal keluarga dan orang-orang tercinta.

Kota Otsuchi menjadi salah kota dengan dampak Tsunami yang cukup parah. Berada di pesisir pantai, kota ini hancur berantakan hanya dalam hitungan waktu 30 menit setelah bencana terjadi. Sepuluh persen penduduk dari kota ini pun menjadi korban tewas.

Kini, di tengah duka kehilangan yang masih sangat dirasakan penduduk Kota Otsuchi, terdapat 1 buah bilik telepon umum di sana yang menyisakan kisah misteri.

Bilik telepon umum berwarna putih dengan hiasan panel kaca itu menghadap ke arah Samudera Pasifik. Meski telepon umum itu tidak lagi memiliki sambungan, anehnya masyarakat sering datang ke bilik tersebut untuk berkomunikasi dengan keluarga dan orang-orang tercinta yang meninggal dalam bencana alam Tsunami beberapa tahun lalu.

 bilik telepon jepang

Bermula dari gagasan Itaru Sasaki yang membuat bilik telepon umum tersebut untuk 'move on' dari kematian sepupunya, Itaru berharap dengan saluran telepon yang dibuatnya itu pesannya dapat tersampaikan kepada sang sepupu.

" Karena saya pikir, pesan saya tidak akan sampai melalui saluran telepon biasa. Saya ingin pesan saya dibawa langsung oleh angin kepadanya (sepupu saya)," kata Itaru Sasaki.

Bilik telepon umum itu pun terkenal dengan sebutan " wind phone" yang bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti 'telepon angin'.

Wind phone kini menjadi obyek yang sering didatangi oleh penduduk untuk berziarah. Selama 3 tahun terakhir sebanyak 10.000 pengunjung sudah datang dan berkomunikasi melalui wind phone.

Bagi Sahabat Dream Travel yang penasaran dengan telepon umum satu ini, Kota Otsuchi dapat diakses dari Tokyo menggunakan kereta bawah tanah atau perjalanan menggunakan mobil selama 7 jam. Telepon umum tersebut berada di sebuah bukit Kota Otsuchi.

(Sumber: travelandleisure.com/Awalendi EP)

Topik Terkait :

Streaming Catat! Ini Cara Menyimpan Uang Rp75 Ribu Agar Tak Mudah Rusak

Jangan Lewatkan