Mulai 2018, Arab Saudi Bakal Merilis Visa Turis

Kerajaan, yang menyambut jutaan peziarah muslim ke Mekkah setiap tahun ini, sekarang bersiap untuk menarik wisatawan.

Puri Yuanita
| 27 November 2017 17:05

Dream - Arab Saudi siap untuk mulai mengeluarkan visa turis pada tahun 2018, kata Kepala Pariwisata, sebagai bagian dari rencana putra mahkota untuk membuka pintu terhadap investasi asing.

Saat ini, wisatawan dapat memasuki Arab Saudi dengan transit visa terbatas selama 2 minggu. Namun ini pun sangat sulit didapat dan sangat mahal. Sehingga tak terjangkau oleh kebanyakan turis.

Kerajaan, yang menyambut jutaan peziarah muslim ke Mekkah setiap tahun ini, sekarang bersiap untuk menarik wisatawan, kata Pangeran Sultan bin Salman, Kepala Komisi Pariwisata dan Warisan Nasional Saudi, kepada CNNMoney.

" Sasarannya adalah orang yang ingin benar-benar menjelajahi negara ini dan kebesaran negeri ini," katanya.

Namun visa hanya dapat diperoleh melalui operator tur resmi pemerintah, surat kabar Saudi Al-Watan melaporkan bulan lalu.

Menarik wisatawan adalah cara Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk mengurangi ketergantungan negara terhadap minyak.

Rencana tersebut bertujuan untuk menarik 30 juta pengunjung per tahun pada tahun 2030, naik dari 18 juta pada tahun 2016, dan menargetkan belanja pariwisata tahunan mencapai $47 miliar pada tahun 2020.

Beberapa proyek ambisius pun telah diumumkan untuk menarik wisatawan, termasuk resor Laut Merah seukuran Belgia dan taman bertema Six Flags.

Riyadh juga berupaya keras untuk mempromosikan situs bersejarah seperti kompleks gurun Madain Saleh di Nabatean ke dunia internasional.

Proyek Laut Merah, yang menarik perhatian investor Richard Branson, pun menjadi tanda bahwa Kerajaan Arab Saudi yang tadinya dikenal ultra konservatif kini mulai melonggarkan aturan-aturan ketat yang selama ini mereka tetapkan seperti aturan berpakaian Islami serta pemisahan gender.

(Sumber: alaraby.co.uk)

Topik Terkait :

Perjuangan Ria Irawan, Pantang Menyerah Lawan Kanker

Jangan Lewatkan