Nyata, Sejarah Bajak Laut yang Menakutkan di Madagaskar

Ternyata kisah bajak laut benar-benar nyata dan terjadi di Madagaskar pada abad ke-17. Simak kekejian yang sudah mereka lakukan...

Ratih Wulan
| 5 Agustus 2016 16:20

Dream - Pulau Sainte Marie atau biasa disebut Nosy Boraha adalah sebuah pulau granit sempit yang terletak lima mil dari lepas pantai timur Madagaskar.

Pulau tropis ini merupakan lahan yang subur dengan kawasan pantai berpasir. Teluknya juga dangkal dengan terumbu-terumbu karang yang dulunya digunakan ribuan bajak laut untuk bersembunyi.

Pada abad ke 17-18, pulau ini menjadi lintasan kapal-kapal yang membawa muatan rempah-rempah, gading, sutra dan barang-barang kekayaan lainnya dari Hindia Timur.

Maka tak heran jika Sainte Marie dijadikan tempat berlindung yang aman dari jarahan. Sedangkan banyak teluk kecil di sekitaran pula dimanfatkan untuk melindungi kapala mereka dari badai.

Lama-kelamaan, bajak laut asal Inggris, Adam Baldigre ikut mendirikan pemukiman di Sainte Marie pada 1685. Ia melarikan diri dari Jamaika setelah lolos dari pembunuhan.

Dalam waktu setahun, Baldridge telah berhasil menguasai serta menetapkan kontrol perairan dan pelabuhan di bawah kendalinya. Ia mengendalikan suku lokal dan memaksa para ketua suku asli untuk menyerahkan ternak, makanan dan wanita.

Rupanya hasil rampasan Baldridge dibeli oleh seorang pedagang kaya asal New York, yang memang sukses berkat usaha penukaran uang dengan barang-barang dari para bajak laut. Bridge juga menampung hasil jarahan bajak laut yang berasal dari pulau-pulau penghasil buah-buahan dan ternak.

Hebatnya lagi, Baldridge sampai memiliki gudang yang penuh menampung hasil bajakan dan siap untuk diperdagangkan. Baldridge sendiri hidup sangat boros. Ia membangun mansion dan benteng di puncak bukit, yang dijaga oleh para perempuan di Pulau Perempuan.

Pada puncaknya, sekitar seribu bajak laut tinggal di pulau termasuk karakter yang legendaris dan terkenal seperti Kpten William Kidd, Robert Culliford, Olivier Levasseur, Henry Abraham Samuel setiap, dan Thomas Tew.

(Sumber:amusingplanet)

 

Topik Terkait :

Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik

Jangan Lewatkan