Pelesir ke Singapura? Jangan Lupa Coba 'Singlish'

Terkadang ada beberapa kata dalam Singlish yang membuat wisatawan menjadi bingung. Bahkan cenderung lucu bagi yang tak biasa mendengar dan melafalkannya.

Ratih Wulan
| 4 Maret 2016 17:39

Dream - Singapura memang negara sejuta pesona, yang tak akan pernah membosankan untuk terus dikulik. Satu hal yang menarik untuk dieksplorasi dari Singapura adalah bahasa yang digunakan masyarakatnya dalam berkomunikasi sehari-hari. Masyarakat Singapura lebih familiar menggunakan bahasa Singlish.

Terkadang ada beberapa kata dalam Singlish yang membuat wisatawan menjadi bingung. Bahkan cenderung lucu bagi yang tak biasa mendengar dan melafalkannya.

Berikut ini ada beberapa kosakata yang kerap diucapkan para pedagang atau masyarakat Singapura yang perlu Anda ketahui. Sehingga dapat membantu Anda berkomunikasi saat berkunjung ke Negeri Singa.

Kopi (koh-pee) adalah kopi susu.
Kopi-o (koh-pee oh) kopi manis tanpa gula.
Kopi-o-kosong (koh-pee oh koh-song) kopi tanpa gula dan susu.
Kopi-si (koh-pee see) kopi lengkap dengan gula dan susu.

Namun jika Anda menginginkan penambahan lain, misal menggunakan es atau tambah gula. Berikut bahasa-bahasa yang umum diucapkan:

Peng (p'eng) disajikan dingin dengan es.
Ga dai (gah-da'i) tolong tambahkan gula lagi.
Siu dai (see-u-da'i) sedikit saja gulanya.
Gao (gau) kopinya yang banyak/kental
Po (p'oh) banyak air dan sedikit kopi.

Sedangkan untuk makanan, terutama makanan sarapan, warga Singapura memiliki hidangan yang sangat khas. Di antaranya yaitu:

1. Kya dan Kopi Set

Roti panggang oles mentega dan kata (selai kelapa), dihidangkan dengan segelas kopi (kopi susu kental manis) dan telur rebus yang lembut.

2. Roti Prata dan Teh Tarik

Prata (roti bundar India khusus dimakan dengan kari atau gula) dan teh tarik (teh susu panas).

3. Nasi Lemak dan Es Milo

Nasi lemak (nasi uduk dengan santan dan daun pandan), dilengkapi dengan lauk-pauk, ikan goreng dan teri garing dengan es milo (minuman dari cokelat).

(Sumber: Panduan Wisata Singapura)

Topik Terkait :

Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting

Jangan Lewatkan