Puasa Tambah Seru, Yuk Wisata Ramadan ke Masjid Agung Demak!

Persis dengan yang diduga Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, bahwa pergerakan wisata religi itu makin besar di Bulan Ramadan.

Puri Yuanita
| 29 Mei 2017 11:19

Dream - Sama halnya dengan makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Masjid Agung Demak Jawa Tengah juga ramai pengunjung sejak bulan Rejeb (Rajab) dan Ruwah kemarin. Persis dengan yang diduga Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, bahwa pergerakan wisata religi itu makin besar di Bulan Ramadan. " Mereka akan datang berduyun-duyun dengan bus, dari malam sampai pagi," sebut Arief Yahya dikutip dari keterangan pers tertulis, Senin 29 Mei 2017.

Arief Yahya berharap, Pemkab Demak menjaga betul kebersihan dan sampah di kompleks destinasi wisata religi itu. Sebab, para peziarah itu datang sejak malam sampai pagi. " Itu saat-saat kritis, karena jam kerja petugas kebersihan biasanya pagi sampai sore. Karena itu harus dipikirkan dengan baik, agar destinasi terlihat rapi, bersih, dan sehat," kata Menteri Arief.

 masjid demak

Seperti diketahui, jarak makam Sunan Kalijaga di Kadilangu menuju Masjid Agung Demak itu tidak lebih dari 3 kilometer. Sangat dekat. Bahkan mengendarai mobil sendiri, tidak lebih dari 15 menit. Karena itu, pengunjung yang ke Kadilangu, pasti juga akan mampir ke Alun-Alun Demak, tempat masjid dengan desain arsitektur Joglo Jawa pertama itu berdiri.

Kisah Masjid Agung itu sendiri sudah penuh dengan cerita yang memikat. Antara legenda, cerita sejarah, dan kisah yang sesungguhnya bercampur menjadi satu. Tetapi, endingnya tetap menarik untuk dijadikan warisan cerita turun temurun.

Wajar, jika komplek makam itu juga ramai pengunjung. Masjid Agung Demak itu juga sangat semarak, dan di depannya ada alun-alun besar. Para pengunjung tersebut selain sholat di masjid para wali, juga melakukan ziarah di makam-makam Raja Demak. Diantaranya adalah makam Sultan Fatah atau raja pertama Demak, makam Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor, Raja Demak ke-2, dan makam Sultan Trenggono, Raja Demak yang ke-3.

 masjid demak

Menjelang hingga memasuki Ramadan ini komplek pemakaman raja-raja sangat ramai peziarah. Mereka datang dari berbagai wilayah di pulau Jawa dan luar Jawa. Tidak jarang para pejabat berziarah dan sholat di tempat ini.

Ahmad Yani Nasution, salah seorang pengurus masjid Demak mengatakan, menjelang ramadhan kemarin suasanya ramai. Menurutnya dalam sehari bisa 20 hingga 60 bus datang baik dari Jawa Tengah, Jawa Timur, maupun Jawa Barat. " Ramainya saat Rejeb ruah, atau sebelum Ramadan. Tetapi Ramadan tetap lumayan," jelasnya.

Sedangkan untuk kegiatan saat Ramadan bisanya diisi dengan pengajian sehabis sholat Ashar dan khataman Quran. " Biasanya akan ramai lagi saat malam likuran atau malam-malam terakhir mulai tanggal 21, 23, 27, dan 29," ujar lelaki ramah ini.

 masjid

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Demak, Rudi Santoso, menambahkan adanya tradisi yang sudah turun temurun juga yang disebut " Megengan" . Dilakukan sehari menjelang puasa. Tradisi Megengan sendiri menurut Rudi adalah tradisi masyarakat Jawa dalam menyambut bulan puasa.

Megengan sendiri diambil dari bahasa Jawa yang artinya 'menahan'. Ini merupakan peringatan bahwa sebentar lagi akan memasuki bulan puasa. Bulan dimana semua umat Islam diwajibkan berpuasa. Yaitu menahan untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menggugurkan ibadah puasa tersebut.

" Untuk Megengan kemarin ditampilkan tari Zippin, serta atraksi budaya lainnya di depan Masjid Agung. Kemudian dilanjutkan dengan melihat stan-stan makanan khas Demak seperti sate keong dan masih banyak lagi," terangnya.

 masjid demak

Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal

Jangan Lewatkan