Sejarah Mengerikan Sebuah Kota Hantu di Turki

Rumah-rumah ditinggalkan begitu saja setelah terjadi pembunuhan masal, pemerkosaan dan pembakaran kota yang telah sering terjadi.

Ratih Wulan
| 19 September 2016 13:31

Dream - Turki memiliki keunikan sendiri yang mampu menarik kunjungan wisatawan. Seperti sisa-sisa reruntuhan kampung yang terletak di Livissi, 8 km ke arah selatan dari kota Fethiye, di sebelah barat Turki.

Sekitar 500 reruntuhan rumah milik masyarakat Kristen Ortodok Yunani menjadi destinasi unik yang mendapat julukan Kayakoy atau Kampung Batu. Kemungkinan rumah-rumah ini dibangun pada abad ke-18, tepatnya di situs kuno Lebessus.

 turki

Foto Kredit:  Tania & Artur / Flickr

Tempat itu diperkirakan menjadi menjadi tempat persembunyian masyarakat Bizantium Gemiler yang melarikan diri dari perampokan bajak laut. Setelah bencana gempa bumi dan kebakaran melanda, Fethiye seperti sebuah tanah terbuang.

Penduduknya banyak yang memutuskan pindah ke Livissi yang sedang tumbuh. Sebelum perang dunia I, banyak penduduk Yunani yang hidup damai di bagian Turki Barta. Tapi ketika perang dimulai, orang Yunani mulai dimusuhi dan mendapat belas kasih dari Ottoman.

 turki

Foto Kredit: Dany Sternfeld / Flickr

Ratusan ribu orang Yunani dibantai selama perang. Hal itu dilakukan sebagai upaya pembersihan etnis yang dilakukan oleh Turki. Meskipun sebagian ada yang berhasil melarikan diri ke Yunani, namun banyak pula yang dideportasi secara paksa.

Penduduk Livissi diusir dari rumah dan mereka dipaksa berbaris untuk berjalan kaki ke lokasi lain sejauh 220 km. Banyak yang kemudian tewas akibat kelellahan dan kelaparan, selawa pawai kematian itu.

Setelah Turki kalah perang dan menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Ottoman, orang Yunanni memutuskan untuk pergi merampas tanah mereka kembali dan menyerang Turki. Akibatnya perang berjalan selama tiga tahun, dan banyak kejahatan mengerikan terjadi. Seperti pembunuhan masal, pemerkosaan, penyembelihan dan pembakaran kota yang dianggap sebagai sebuah kewajaran.

Hingga akhirnya perjanjian damai ditandatangani pada tahun 1923. Kedua negara sepakat mengenai pertukaran populasi. Lebih dari satu juta penganut Kristen Ortodok harus kembali ke Yunani dan secara bersamaan sekitar 500 ribu umat Muslim dikembalikan ke Turki.

Pada saat perang berakhir, Livissi ditinggalkan bahkan keluarga yang tersisa pun harus dideportasi. Nah, bertepatan dengan hal itu umat Muslim yang telah dideportasi menempati Livissi.

 turki

Foto Kredit: Dennis & Patty / Flickr

Namun sayangnya perbedaan gaya hidup, membuat para Muslim yang terbiasa hidup dalam wilayah luas dan sebur tidak betah hidup di situ. Mereka hanya melihat bukit berbatu sehingga tidak layak untuk dijadikan tempat tinggal. Ditambah dengan gempa berkekuatan 7,1 magnitude menghancurkan sebagaian besar kota.

Kota Livissi sekarang telah berganti nama menjadi Kayakoy yang sepi, nemun tetap dipertahankan sebagai museum dan monumen bersejarah. Sayangnya, saat ini pemerintah Turki tengah menggodok rencana untuk mengubah bagian dari kota bersejarah ini menjadi lebih bergairah dengan poembangunan hotel, toko-toko dan fasilitas lainnya.

 turki

Foto Kredit: David Bacon / Flickr

Topik Terkait :

BERANI BERUBAH: Mobil Wifi Penyelamat Siswa

Jangan Lewatkan