Transit Dubai, Ini Deretan Wisata Seru untuk Traveler

Di bawah regulasi visa baru, penumpang yang sedang transit dapat berwisata di negara ini.

Dwifantya
| 20 April 2018 12:56

Dream - Kabar baik untuk para traveler. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan rencana regulasi baru bagi penumpang pesawat yang melakukan transit di sejumlah bandara di UEA.

Di bawah regulasi visa baru ini, penumpang yang sedang transit dapat berwisata di negara ini. Itu artinya, penumpang yang melakukan transit di bandara manapun di UEA bisa mendapatkan visa masuk.

Tentunya ini kesempatan terbaik bagi para traveler untuk berkelana menemukan destinasi tersembunyi di Dubai. Anda dapat menikmati keindahan gurun, budaya, pantai, hingga pegunungan Dubai.

Berikut sejumlah atraksi dan wisata yang bisa Anda nikmati selama transit di Dubai, rekomendasi dari Dubai Tourism.

1. Pantai Black Palace

Garis pantai Dubai sangatlah indah, dan yang membuatnya istimewa adalah tidak ada satupun yang mirip. Setiap pantai memiliki keunikannya masing-masing. Black Palace Beach sempurna bagi mereka yang mencari suasana pantai yang tenang, dan pantai ini belum terlalu banyak diketahui orang.

Pantai ini adalah pantai umum yang terbuka di sepanjang Al Sufouh Street, berada di antara Dubai Marina dan Burj Al Arab. Terlepas dari lokasinya yang strategis, pantai ini juga merupakan salah satu pantai yang masih tersembunyi.

Berdekatan dengan istana musim panas kerajaan di kota Al Sufouh, pantai ini menjanjikan perairan biru kristal yang sempurna, bersama dengan pemandangan matahari terbenam yang amat menakjubkan berlatar Palm Jumeirah.

2. Old Dubai

Ada banyak hal yang dapat dilakukan di Old Dubai. Mulai dari mengungkap potongan sejarah dan warisan lokal, atau sekadar menikmati kelezatan santapan
dunia. Anda juga bisa mencoba menaiki perahu tradisional Abra di atas Bur Dubai yang menghubungkan Spice Sour dan Textile Souq dengan tiket seharga AED 1 atau setara dengan Rp3.700.

3. Weekend Brunch di Dubai

Weekend brunch di akhir pekan telah menjadi budaya bagi penduduk Dubai, dan menjadi destinasi gastronomi. Seperti diketahui, hari kerja di Dubai dimulai pada Minggu hingga Kamis, sehingga weekend brunch menjadi sangat populer di hari Jumat untuk merayakan datangnya akhir pekan. Brunch tersedia dalam berbagai bentuk dan ukuran – baik untuk berpesta, untuk acara yang lebih santai dan akrab, ataupun untuk acara keluarga. Disediakan juga kegiatan untuk anak-anak agar tetap terhibur dan membebaskan para orang tua dari stres.

Meskipun Jumat secara tradisional adalah waktu untuk menikmati brunch di Dubai, momen ini terkadang juga berlangsung pada Sabtu, dan tradisi ini sekarang menjadi bagian tetap dari kehidupan ekspatriat dengan adanya beragam aplikasi yang membantu brunchers untuk mendapatkan pengalaman yang berkesan. Untuk mendapatkan inspirasi dan harga terbaik, silakan mengakses situs Mr and Mrs Brunch yang telah meraih penghargaan.

Untuk menyantap hidangan pencuci mulut tradisional, pergilah ke Al Reef Bakery, destinasi favorit di daerah Satwa Dubai yang menyajikan manisan buatan rumahan, termasuk baklava, knafe, maamoul, dan kaak.

4. Teh India

Meskipun gahwa (kopi Arab) telah lama memainkan peran penting di Emirati, teh masala India yang dikenal sebagai karak chai, juga telah menjadi bagian penting dari budaya Dubai. Dibuat secara tradisional direbus dengan api kecil dan dibuat dengan kombinasi teh hitam, susu, gula dan rempah-rempah India – biasanya menggunakan cardamon, cengkeh, jahe dan kayu manis untuk cita rasa yang lebih kaya – karak adalah suguhan utama dalam berbagai acara dan pertemuan keluarga atau teman, sarapan atau afternoon tea, dan bahkan menjadi ramuan sempurna untuk memulai dan mengakhiri hari.

Tempat terbaik untuk mencicipi minuman racikan karak ini adalah di Kite Beach, tepatnya di FiLLi Tea & Café, salah satu waralaba pertama yang memelopori konsep café karak chai rumahan.

Selanjutnya :

Menonton Balap Unta di Dubai

Topik Terkait :

Momen Romantis Pernikahan Ello dan Cindy Maria di Pinggir Pantai Berkonsep Garden Party

Jangan Lewatkan