60 Hotel di Bali Sudah Kantongi Sertifikasi Siaga Bencana

Posisinya yang diapit dua sesar menjadikan Bali sebagai kawasan rawan bencana.

Ahmad Baiquni
| 1 Februari 2019 07:45

Dream - Terkenal dengan pemandangannya yang indah, ternyata Bali menyimpan potensi bahaya cukup besar. Letaknya yang diapit dua sesar menjadikan Bali sebagai kawasan rawan bencana.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika, Daryono.

Menurut dia, kondisi ini sudah dipahami oleh otoritas dan pelaku industri wisata. Sehingga, Bali sudah menerapkan sertifikasi hotel siaga bencana sejak tiga tahun lalu meskipun belum menyeluruh.

 Hotel Nikko Bali

Grand Nikko Bali Hotel (Foto: Shutterstock.com)

" Saat ini sudah ada 60 hotel yang bersertifikasi di Bali," kata Daryono dalam seminar Disarter Outlook 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.

Menurut Daryono, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengelola hotel untuk mendapatkan sertifikasi siaga bencana.

 Hard Rock Hotel Bali

Hard Rock Hotel (Foto: Shutterstock.com)

" Hotel telah memenuhi persyaratan kondisi bangunannya aman atau tidak, pihak hotel harus memahami ilmu gempa, memberi jalur evakuasi, dan mempunyai titik kumpul," ujar Daryono.

Daryono menyebut ada tiga hotel yang cukup menonjol terkait sertifikasi ini. Tiga hotel tersebut yaitu Grand Nikko Bali, Hard Rock Hotel, Patra Jasa Bali Resorts.

 Patra Jasa Bali Resort

Patra Jasa Bali Resort (Foto: Shutterstock.com)

Sertifikasi hotel siaga bencana bertujuan memberikan penilaian serta pembinaan dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana di sektor pariwisata, bisnis perhotelan, dan sektor jasa lainnya.

Sertifikasi siaga bencana memiliki peran sangat penting bagi industri pariwisata di Bali. Ini mengingat potensi bencana yang bisa melanda Pulau Dewata tersebut.

Laporan: Ratih Permatasari

Topik Terkait :

BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie

Jangan Lewatkan