Ajang Bergengsi 'British Polo Day' Digelar di Nihiwatu Sumba

Dengan kebudayaan dan tradisi berkudanya yang kuat, Pulau Sumba sangat cocok menjadi tuan rumah dan lokasi bagi British Polo Day Nihiwatu.

Puri Yuanita
| 2 Desember 2016 13:19

Dream - Resor mewah Nihiwatu, di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tuan rumah bagi komunitas global British Polo Day yang disponsori oleh mitra resor, RJI Capital. Para tamu disambut oleh James McBride, Managing Partner Nihiwatu Resort yang baru-baru ini dinobatkan sebagai " Number One Hotel In The World" oleh majalah Travel+Leisure dalam " World’s Best Awards" , yang merupakan pencapaian dan kehormatan tersendiri bagi sektor pariwisata Indonesia.

Baik para tamu berkebangsaan Inggris maupun penduduk asli Sumba sama-sama memiliki penghargaan yang tinggi bagi warisan budaya mereka termasuk tradisi menunggang kuda. British Polo Day mengusung tradisi Inggris yang telah berumur lebih dari 2.500 tahun bersama dengan mitra-mitranya, termasuk RJI Capital, Royal Salute, Bentley, Harrods dan Randle Siddeley.

 Polo

Pulau Sumba memiliki sekitar 600.000 penduduk asli dengan budaya adat yang unik yang masih sangat menjunjung nilai-nilai adat setempat yang berhubungan banyak dengan kuda. Pasola, sebuah ritual adat yang merayakan kegiatan panen di Sumba, menampilkan penunggang kuda dari dua kubu yang berbeda yang saling melemparkan lembing-lembing kayu dari atas kuda yang dipacu dengan kecepatan tinggi, dan merupakan salah satu tradisi terbaik.

Kemahiran dan ketrampilan penduduk lokal dalam menunggang kuda menginspirasi James untuk mengajarkan olahraga Polo kepada masyarakat setempat. Sebaliknya, para tamu asing juga mendapat kesempatan untuk mempelajari sebuah kearifan lokal yang berakar pada kepercayaan spiritual.

 Polo

Mengomentari British Polo Day Nihiwatu, Edward Olver, Britannia Elevation CEO & Co-Founder British Polo Day, melalui keterangan pers tertulis mengatakan: " Kami selalu percaya bahwa kuda tidak hanya menjadi 'bahasa internasional' bagi semua bangsa di dunia namun juga merupakan penghubung antara budaya-budaya yang berbeda. Kami sangat senang untuk dapat membawa lebih banyak pemahaman dan dialog melalui wacana polo yang unik ini. Kami berharap para tamu dapat menikmati momen yang sangat istimewa ini di British Polo Day Nihiwatu."

Dengan kebudayaan dan tradisi berkudanya yang kuat, Pulau Sumba sangat cocok menjadi tuan rumah dan lokasi bagi British Polo Day Nihiwatu. Sederet penghargaan terakhir yang diterima oleh resor mewah ini mengkonfirmasi tren pergeseran kebiasaan berlibur konsumen modern, yang kini mencari jenis kemewahan baru: sebuah pengalaman berlibur yang sarat akan beragam aktivitas yang mencakup unsur budaya lokal, filantropis, dan sentuhan-sentuhan halus dan pribadi yang memberikan kombinasi petualangan yang impresif dan seru.

 Polo

British Polo Day Nihiwatu menampilkan berbagai keseruan setiap harinya, dimulai dari hidangan sunset cocktail, upacara pembukaan tradisional di pantai, " White Party" di Nio Beach Club, acara presentasi Yayasan Sumba (Sumba Foundation) di Ombak, pesta di Mamole Tree House, dan diakhiri dengan pesta kembang api dan pesta penutup di akhir minggu tersebut. Dan tentunya semuanya tidak akan lengkap tanpa adanya toast khusus dari Duta Royal Salute Global, His Grace 13th Duke of Argyll.

Mengomentari acara tersebut, The Duke mengatakan: " Ini merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa untuk dapat berbagi dengan para tamu British Polo Day Nihiwatu keajaiban Royal Salute dan juga berbagai pekerjaan mulia yang dilakukan oleh Yayasan Sumba (Sumba Foundation). Kita semua akan meninggalkan tempat ini dengan berbagai kenangan yang inspiratif dan menceritakan kepada yang lainnya mengenai momen-momen yang kita lalui bersama ini."

Para tamu British Polo Day Nihiwatu mendapatkan kesan tersendiri dalam sebuah outing bersama Yayasan Sumba (Sumba Foundation), terlebih ketika mereka mengetahui berbagai dampak positif dari kegiatan organisasi nirlaba tersebut: klinik kesehatan telah berhasil menekan tingkat epidemik malaria sebesar 85% di sisi barat pulau, anak-anak sekolah disediakan makan siang dua kali tiap minggunya; dan penyediaan banyak sumur di berbagai desa yang telah memberikan pasokan air bersih kepada penduduk setempat. Dana yang terkumpulkan dari British Polo Day Nihiwatu didonasikan untuk Yayasan Sumba (Sumba Foundation) guna mendukung banyak lagi aktivitas kemanusiaan mereka berikutnya.

 polo

Di antara berbagai perayaan yang meriah, para tamu juga sempat menikmati beberapa dari aktivitas dan pengalaman yang paling spektakuler dan indah dari Pulau Sumba, seperti surfing, scuba diving, spear fishing, charter kapal pribadi, jet ski, mendaki Pulau Rice dan menikmati brunch di atasnya, menunggang kuda pada saat matahari terbenam, sesi " Spa Safari" di Nihioka, dan mengikuti kelas yoga dan meditasi pribadi sebelum beranjak ke pantai untuk menyaksikan Second Annual British Polo Day Nihiwatu. Pada hari H, para tamu dimanjakan dengan parade kuda poni, dilanjutkan dengan pacuan kuda ala Sumba, pertandingan Polo, upacara Pasola, dan bahkan serbuan kawanan kerbau air lokal di pantai.

Untuk pertandingan Polo itu sendiri, arena Polo yang biasanya terdiri dari lapangan hijau nan subur ditukar dengan arena pantai berpasir putih, di mana para tamu menyaksikan babak pertandingan yang dinamakan chukkas, dengan sistem pertandingan " Round-Robin Tournament" antara RJI Capital Nihiwatu, Royal Salute Rest Of The World dan Bentley British Exiles Teams. Para tamu juga memuji kontras warna yang mencolok antara warna putih ala tim Harrods dan kostum lokal berwarna-warni yang dikenakan oleh tim dari Sumba.

Para atlet beserta tunggangannya berjuang sama kerasnya di medan berpasir yang dalam dan berombak, namun pada akhirnya tim dari RJI Capital Nihiwatu menjadi pemenangnya, dalam sebuah kemenangan yang brilian. Penghargaan " Royal Salute Most Valuable Player" diberikan kepada James McBride oleh The 13th Duke of Argyll untuk dua gol spektakuler di pertandingan final.

Tahun ini, tamu VIP dan pemenang Royal Salute Terbaik " Best Off the Pitch Performance" adalah Delia Von Rueti, pengrajin perhiasan, artis, filantropis, dan pengembang pertanian dari Indonesia. Delia berkomentar: " Kami bertemu dengan James pertama kalinya di Maroko pada acara British Polo Day dan sebagai orang Indonesia, saya tersentuh oleh kecintaannya untuk Tanah Air. Upayanya yang tak kenal lelah untuk mempromosikan negara kita merupakan sebuah tindakan yang mulia dan kami sangat senang berada di Pulau Sumba untuk merayakan tempat istimewa ini bersama teman-teman British Polo Day dari seluruh dunia."

Topik Terkait :

Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam

Jangan Lewatkan