Hotel Syariah di Inggris Tuai Kontroversi

Pengelola hotel memutuskan tak menyediakan minuman keras dan daging babi. Namun keputusan ini justru menuai kontroversi. Mengapa?

Syahid Latif
| 18 November 2014 14:14

Dream - Masih ingat dengan keputusan pengelola hotel di London yang berhenti menyediakan minuman keras dan daging babi? Ternyata keputusan berani itu telah menuai kontroversi.

Kalangan media di Negeri ratu Elizabeth itu menyebut langkah pengelola hotel sebagai contoh penerapan hukum syariah di Inggris.

Bermondsey Square Hotel di London memutuskan untuk berhenti menyediakan alkohol dan daging babi setelah diambil alih oleh 'pengusaha Timur Tengah'. Daily Mail melaporkan, kebijakan baru itu mulai diterapkan Selasa lalu.

Koran Inggris itu melaporkan bar hotel juga berhenti menyediakan makanan yang mengandung alkohol. Staf mengatakan keputusan tak lazim di negara itu sudah menuai reaksi negatif dari para tamu.

Sementara The Huffington Post menulis manajar hotel menolak memberikan konfirmasi bahwa keputusan itu adalah bagian dari penerapan hukum syariah.

" Semua pemesanan kamar hotel selanjutnya tidak menyertakan minuman beralkohol, dan itu akan diberitahu kepada tamu saat mereka pesan kamar," juru bicara hotel mengatakan seperti dikutip Dream dari laman Arabianbusiness, Selasa, 18 November 2014.

" Hotel memang tidak punya mini bar tapi tamu boleh membawa minuman mereka sendiri."

Hotel tersebut menjadi terkenal setelah tampil di sebuah acara TV pada 2012 yang menampilkan Chef Gordon Ramsay dan selebriti lokal lainnya.

Bar Bermondsey Square Hotel dulu pernah dioperasikan oleh juri Masterchef Gregg Wallace. (Ism)

Topik Terkait :

Doa & Cara Meminta Jodoh yang Baik Bagi Para Wanita

Rekomendasi Pilihan

Jangan Lewatkan

10 Hari Terakhir Ramadan, Tarif Hotel di Mekah Meroket
HOTEL SYARIAH 22 Juli 2014 16:31

Pada 1o hari terakhir ramadan tahun ini, tarif hotel di sekitar kawasan Masjidil Haram melonjak hingga 25 persen.