Pelaku Industri Wisata Halal Wajib Penuhi 6 Hal Ini

Wisatawan Muslim sangat mementingkan adanya fasilitas bagi mereka untuk menjalankan ajaran agama di tempat wisata.

Muhammad Ilman Nafi'an
| 11 Oktober 2018 13:13

Dream - Kementerian Pariwisata tengah mendorong jumlah wisatawan mancanegara, terutama Muslim dari Timur Tengah, masuk ke Indonesia mencapai 20 nuta orang pada 2020 nanti. Untuk mencapai target tersebut. Sejumlah kegiatan digalakkan terutama pada sektor wisata halal.

Terkait hal ini, Ketua Lembaga Pemilihan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (MUI), Hayu Prabowo, mengatakan setidaknya ada enam kebutuhan wisatawan Muslim. Para pelaku industri wisata halal wajib menyediakan enam kebutuhan tersebut.

" Yang pertama itu ada makanan dan produk halal kemudian ada fasilitas sholat," ujar Hayu dalam bimbingan teknis pengembangan Muslim Friendly Tourism di Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

 MUI

Kebutuhan lainnya yakni toilet dengan fasilitas bersuci. Kemudian layanan Ramadan atau puasa.

Selain itu, kata Hayu, pengelola tempat wisata dan penginapan harus menjamin tidak adanya aktivitas maksiat. Tak hanya itu, pengelola juga harus menyediakan fasilitas untuk aktivitas tertentu yang terpisah antara pria dan wanita.

" Wisatawan Muslim itu tidak ingin mengorbankan keimanan saat bepergian untuk suatu tujuan yang syar'i," ucap dia.

Hayu menjelaskan hal yang pertama kali dilakukan oleh wisatawan Muslim setiap kunjungan adalah memastikan toilet memiliki fasilitas untuk bersuci. Setelah itu, kata dia, mereka mencari informasi mengenai keberadaan makanan halal.

Berdasarkan data Muslim Travel Report 2017, wisatawan Muslim ketika traveling ke luar negeri kerap mengonsumsi sayuran dan ikan. Sebab, dua jenis makanan ini dapat dipastikan kehalalannya.

Hal itu tentu mendorong bagi penyedia layanan wisata Muslim untuk memberikan label halal dalam produknya.

Topik Terkait :

Delon Klarifikasi Kabar Kedekatannya Dengan Putri Juby

Jangan Lewatkan