20 KI Indonesia Ikuti Hong Kong International Licensing Show 2021

Sebanyak 20 pemilik kekayaan intelektual (KI) asal Indonesia berkesempatan memamerkan karya mereka di Hong Kong.

Annisa Mutiara Asharini
| 14 Januari 2021 09:10

Dream - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi 20 pemilik kekayaan intelektual (KI)  Indonesia yang mengikuti Hong Kong International Licensing Show (HKILS) pada 11-15 Januari 2021.

Sebanyak 20 pemilik KI telah melewati seleksi ketat dalam proses kurasi yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf. Sejumlah kurator profesional dalam program Katapel juga turut berpartisipasi dalam proses ini.

" Melalui program ini, kita ingin mempromosikan kekayaan-kekayaan intelektual asli Indonesia ke dunia internasional. Kolaborasi yang terjalin antara pelaku ekonomi kreatif dan pemerintah serta dengan menciptakan inovasi-inovasi baru akan membangkitkan kembali sektor ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Sandiaga dalam laman resmi Kemenparekraf.

 Sandiaga Uno

Adapun para pemilik KI yang terpilih mengikuti HKILS 2021 ini adalah Tahilalats, Garudayana, Komik Ga Jelas, Emak Matic, Manguni Squad, Gugug!, Ghosty’s, dan Mintchan. Selain itu ada Si Juki, Bumilangit, Dudu, Kareem & Khaleel, Damn! I Love Indonesia, Maple Haven, Fun Cican, Ghost Parade, Where is My Cat?, Warganet Life, Meng dan Niion.

Selain melakukan seleksi pemilik kekayaan intelektual, program Katapel juga memperkenalkan karya dari para pemilik kekayaan intelektual Indonesia dengan para calon pembeli yang dari berbagai negara. Cara ini merupakan salah satu cara alternatif ekspor Indonesia.

" Basis industri kreatif sangat mengandalkan kekuatan kapitalisasi kekayaan intelektual untuk mendapat nilai tambah ekonomi. Saat situasi pandemi seperti ini, ekonomi kreatif khususnya dalam aspek komersialiasi kekayaan intelektual bisa menjadi alternatif bagi kita untuk meningkatkan nilai ekspor," tutur Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Yuana Rochma Astuti, menuturkan Hong Kong merupakan salah satu hub ekonomi penting di Asia karena letak geografisnya yang strategis. Hong Kong juga merupakan salah satu pasar komersialisasi kekayaan intelektual terbesar di dunia.

“ Kami berharap melalui program ini ekonomi kreatif nasional berbasis kapitalisasi kekayaan intelektual atau penjualan lisensi karya bisa bersaing di pentas global sehingga bisa mendorong peningkatan ekspor dan produk domestik bruto ekonomi kreatif,” ujar Yuana.

Topik Terkait :

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Manisnya Boba

Jangan Lewatkan