3 Kabupaten Berharap Flight Malam Dibuka di Bandara Malang

Begitu flight malam sudah ada lampu hijau dari TNI AU, maka kunjungan wisatawan untuk tiga wilayah di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dipastikan akan meningkat.

Puri Yuanita
| 20 Mei 2017 08:19

Dream - Setelah branding 'Heart of East Java' diluncurkan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Kota Kasablanka Jakarta beberapa waktu lalu, Kabupaten Malang makin agresif mengembangkan pariwisata. Kini mereka menunggu signal dari Otoritas Bandara Abdulrachman Saleh, untuk dibukanya slot jam terbang (flight) malam untuk penerbangan komersial.

Begitu flight malam sudah ada lampu hijau dari TNI AU, maka kunjungan wisatawan untuk tiga wilayah di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dipastikan akan meningkat. Harapan tiga kabupaten dan kota itu menjadi indikator, bahwa pariwisata semakin menjadi " kebutuhan" bagi Jatim.

Tak terkecuali Kabupaten Malang yang begitu semangat menggairahkan wisata alamnya yang tersebar dari ujung timur hingga barat wilayahnya. Wajar bila flight malam itu akan makin menggairahkan wisata di Kabupaten Malang. Pasalnya, salah satu modal untuk amenitas adalah kemudahan akses.

" Khususnya untuk wisatawan-wisatawan Asia. Baik dari Tiongkok, maupun Jepang, banyak yang memilih flight malam," kata Kepala Disparbud Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara, dikutip dari keterangan pers tertulis, Sabtu 20 Mei 2017.

Dari pengamatannya, selama ini mayoritas wisatawan Asia yang hendak ke Malang harus singgah dulu di Bandara Ngurah Rai, Bali. Setelah itu, baru terbang ke Malang. " Kalau ada flight malam, para wisman itu bisa langsung menuju Malang. Pada umumnya tujuan mereka ke Bromo," lanjut Made.

Bila penerbangan langsung ke Malang, lanjut Made, biayanya pun bisa lebih murah. Hal itulah yang menambah keyakinannya bahwa flight malam di Bandara Abd Saleh bakal diminati.

Saat disinggung terkait perkiraan peningkatan kunjungan wisman, dengan yakin, Made menyebut bahwa kenaikannya bisa menyentuh angka 100 persen. Untuk diketahui, pada 2016, tercatat ada 129.663 wisman yang berkunjung ke Kabupaten Malang. " Dari total itu, 60 persennya memang wisatawan dari Asia," tambahnya.

Jumlah wisman yang masuk tersebut lebih banyak dibandingkan dua tahun sebelumnya. Pada 2014, tercatat hanya ada 36.559 wisman. Kemudian, jumlahnya meningkat di tahun 2015 yang mencatatkan kunjungan 99.873 wisman. Supaya angkanya terus meningkat, flight malam seakan menjadi syarat mutlak.

Apalagi saat ini Pemkab Malang dilibatkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengembangkan kawasan Bromo, Tengger, Semeru (BTS). Bersama tiga daerah lainnya, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan, ada anggaran Rp 20 triliun yang sudah disiapkan pemerintah pusat.

Bahkan, Pemkab Malang tak hanya ditugaskan untuk ikut mengembangkan kawasan, tapi juga ditarget bisa mendatangkan wisman sebanyak-banyaknya. " Kami ditarget harus bisa mendatangkan satu juta wisman," tambah Wakil Bupati Malang H M. Sanusi.

 

 

Selanjutnya :

Dukungan dari Banyak Pihak

Topik Terkait :

#MovieTalk - BCL, Joe Taslim & SURAT KECIL UNTUK TUHAN (Part 1)

Rekomendasi Pilihan

Jangan Lewatkan

Kamu Penggemar Berat Kopi? Yuk Merapat ke Event Ini!
DESTINATION 19 Mei 2017 11:19

Buat Sahabat Dream Travel yang juga penggemar kopi, teh atau cokelat, yuk segera merapat! Datang dan nikmati kemeriahan acara ini.