7 Inovasi Dunia Penerbangan Akibat Pandemi Covid-19

Ke depan, wajah dunia penerbangan akan jauh berbeda.

Ahmad Baiquni
| 31 Januari 2021 13:08

Dream - Akibat pandemi Covid-19, perjalanan udara tidak lagi sama dengan sebelumnya. Banyak perubahan yang terjadi agar maskapai penerbangan dapat terus beradaptasi serta bertahan.

Walaupun nantinya wabah segera mereda dengan adanya vaksin, dampak pandemi masih akan dirasakan di dunia penerbangan hingga beberapa tahun mendatang. Sejumlah pelaku industri pun menggelar sejumlah inovasi untuk memulihkan kondisi.

Potret penerbangan pada 2021 dan tahun-tahun akan sangat berbeda dengan saat ini. Berikut inovasi perjalanan udara di masa yang akan mendatang, dikutip dari CNTraveler.

1. Inovasi baru penerbangan jarak jauh

Mulai dari adanya anjing pelacak di bandara dan pelacakan kontak penumpang, pihak maskapai terus mengantisipasi adanya kemungkinan yang merugikan untuk penerbangan jarak jauh.

Pemanfaatan digitalisasi juga dilakukan berupa aplikasi layanan informasi Covid-19 untuk para pelancong, seperti aplikasi yang akan menyediakan status vaksinasi sehingga hasil tes lebih mudah dibaca oleh petugas perbatasan.

Nantinya industri perjalanan udara akan terus semakin inovatif dalam memulai kembali penerbangan jarak jauh.

2. Perjalanan bisnis akan dimodifikasi ulang

Salah satu bagian terpenting dari pemulihan maskapai adalah mendapatkan kembali pelancong bisnis. Tetapi mereka akan tidak puas dengan kabin premium lama dengan kapasitas yang sama.

Mereka juga akan mempertimbangkan seperti besar kursi yang lebih luas dan privat, kelas tarif dengan fasilitas tambahan, serta kebijakan program loyalitas.

3. Vaksin memberikan harapan

Dengan adanya vaksin, para pelancong merasa lebih optimis untuk melakukan perjalanan udara. Bahkan situs pencarian penerbangan Skyscanner melaporkan, pemesanan AS untuk penerbangan pulang pergi ekonomi melonjak 9 persen setelah adanya berita vaksin positif pertama.

4. Pesawat baru akan mengubah pengalaman penerbangan

Ketika pemulihan pasca-pandemi mulai terbentuk, para ahli mengatakan maskapai penerbangan yang menghindari pesawat bertingkat yang lebih besar, seperti Boeing 747 dan Airbus A380, akan meningkat.

Maskapai akan cenderung memilih jet yang lebih gesit dan efisien, bahkan berinvestasi dalam beberapa desain futuristik seperti pesawat blended wings. Pesawat yang lebih kecil tidak berarti kurang nyaman, selagi memiliki kursi yang lebar, jendela yang lebih besar hingga tempat sampah yang luas.

5. Tujuan terbaru maskapai penerbangan

Penerbangan repatriasi (penerbangan yang diperbolehkan beroperasi di wilayah PSBB dan Zona Merah) yang terkoordinasi, secara khusus ditujukan bagi mereka yang terdampar di luar negeri di tengah krisis Covid-19 yang sedang berlangsung. Hal tersebut menjadi inspirasi untuk menjadikannya rute internasional baru.

Kini, maskapai penerbangan di seluruh dunia membentuk peluncuran rute baru di sekitar demografis ini: seperti New Delhi, Accra, Brisbane, Bangalore, dan Lagos hanyalah beberapa dari maskapai tujuan yang telah ditambahkan ke peta mereka sejauh ini.

6. Pemesanan akan tetap fleksibel

Selama pandemi, penumpang telah diberikan fleksibilitas untuk melakukan pembatalan atau perubahan tiket penerbangan. Tetapi maskapai enggan untuk menyerahkannya.

Untungnya, maskapai penerbangan AS telah menyadari fakta tersebut dan segera melakukan kebijakan perubahan dan pembatalan tiket. Terbang siaga di hari yang sama dan mengembalikan mil frequent flier ke akun loyalitas akan menjadi keuntungan gratis.

Tetapi pihak maskapai masih belum memutuskan kebijakan pemilihan kursi dan biaya bagasi.

7. Perawatan medis akan tersedia di bandara

Pengujian test Covid-19 di bandara menjadi semakin banyak, para ahli percaya bahwa tren klinik medis di bandara akan bertahan lebih lama dari virus.

Laporan: Yuni Puspita Dewi

Topik Terkait :

BERANI BERUBAH: Dodol Perekat Korban PHK

Jangan Lewatkan