7 Tanjakan Maut Paling Mengerikan di Indonesia

Banyak orang yang ciut nyalinya saat melintasi jalur 'neraka' ini.

Dwifantya
| 16 Mei 2018 11:26

Dream - Beberapa waktu kecelakaan maut di Tanjakan Emen di Subang menjadi sorotan lantaran menelan banyak korban. Tanjakan Emen selama ini memang dikenal sebagai 'jalur maut' lantaran topografi jalan yang curam dan berkelok-kelok.

Selain karena faktor kondisi topografi alam yang memang sulit dan rawan, ada faktor-faktor kelalaian manusia (human error) serta kelayakan kendaraan yang berperan besar dalam menyebabkan tingginya angka kecelakan.

Bagaikan “ neraka” di jalanan, begitulah kira-kira ungkapan yang dapat menggambarkan betapa mengerikan dan berbahayanya beberapa ruas jalan di Indonesia ini. Berikut 7 tanjakan maut yang memiliki catatan kecelakaan tertinggi di Indonesia.

1. Tanjakkan Mandalawangi, Banten

Tanjakkan yang berada di daerah Banten ini sudah lama dikenal sebagai tanjakan yang sering “ memanggil-manggil” korban. Setiap tahunnya selalu ada kejadian yang kecelakaan baik kecelakaan tunggal atau kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan yang memakan korban jiwa. Daerah yang curam dan jalanan menanjak menjadi penyebab utama kegagalan kendaraan dalam melintasi tanjakkan ini.

2. Tanjakan Sitinjau Laut, Padang Sumatera Barat

Banyak orang yang ciut nyalinya, terutama mereka yang tak biasa melewati jalur pendakian yang menghubungkan Kota Padang–Solok Sumatera Barat ini. Kelok panorama, nama tanjakan panjang dan berkelok yang sangat curam dengan kemiringan 45 derajat ini sangat menakutkan.

Apalagi jalur ini banyak diisi oleh kendaraan-kendaraan besar bertonase berat yang seringkali “ kehabisan napas” ditengah-tengah pendakian. Untung saja para pemuda setempat selalu siaga di tepi jalan untuk selalu membawa balok kayu sebagai ganjalan apabila terlihat ada truk atau bus besar yang gagal naik.

Berita tentang truk besar atau kendaraan besar lainnya yang terjun ke jurang bukan lagi sebuah berita yang luar biasa, karena memang hampir setiap tahun beberapa kali kejadian terjadi dilokasi itu.

3. Tanjakan emen, Subang

Topografi daerah yang sangat curam disertai jalanan yang berkelok-kelok menjadi sebab utama kecelakaan di tanjakkan ini. Kecelakaan tunggal berupa bus atau truk bermuatan berat yang terguling, menjadi mayoritas catatan kecelakaan di daerah ini.

4. Tanjakkan Baturaden, Jawa Tengah

Tanjakan yang melintasi daerah kaki Gunung Slamet sudah lama dianggap sebagai daerah yang “ angker” dan langganan kecelakaan lalulintas. Dengan kemiringan tanjakan yang mencapai 30 derajat, tak heran kendaraan-kendaraan yang tidak dalam kondisi fit atau pengemudi yang kurang mahir menjadi korban dari ganasnya tanjakkan Baturaden ini.

5. Alas Roban, Batang Jawa Tengah

Daerah tanjakkan Alas Roban di Kabupaten Batang Jawa Tengah ini menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian dan pengawasan pihak aparat terutama pada saat arus mudik dan arus balik lebaran. Tingginya angka kecelakaan di daerah padat dan menanjak ini, sudah menjadi catatan rutin pihak kepolisian dan Dinas perhubungan setempat.

Selain itu berbagai mitos-mitos yang berbau mistis yang beredar di masyarakat, semakin menambah keangkeran kawasan ini.

Baca selengkapnya di sini.

Topik Terkait :

Kronologi Roro Fitria Tak Bisa Antar Jenazah Ibunda

Jangan Lewatkan