Anti Mainstream, Kota Ini Tawarkan Paket Wisata Bunuh Diri

Sebelum melakukan aksinya mereka akan diberi layanan hotel mewah dan dipenuhi semua permintaannya.

Ratih Wulan
| 15 Februari 2016 15:25

Dream - Selama ini kota Zurich, Swiss lebih tersohor karena keindahan alamnya yang menawan. Tapi ternyata, belakangan, kota ini justru makin dikenal lantaran wisata anti mainstream yang ditawarkan.

Wisata yang baru-baru ini menuai perdebatan masyarakat setempat itu adalah wisata bunuh diri.

Paket wisata bunuh diri ini bisa muncul karena pemerintah setempat memang mengizinkan penduduknya melakukan bunuh diri. Namun tak sembarangan semua orang bisa mengakhiri hidupnya. Bunuh diri boleh dilakukan dengan syarat orang yang bersangkutan memiliki sakit yang sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Syarat lainnya mereka harus mendapat surat rekomendasi dari dokter yang merawatnya.

Hingga saat ini, diketahui bahwa peraturan tersebut hanya ada di Zurich. Sehingga dimanfaatkan betul oleh agen wisata seperti Exit dan Dignitas.

Kedua perusahaan ini menawarkan paket premium kepada turis yang ingin melakukan bunuh diri. Sebelum melakukan aksinya mereka akan diberi layanan hotel mewah dan dipenuhi semua permintaannya.

Hampir 50 persen orang-orang yang menjalani cara kematian nyeleneh ini adalah pasien penderita saraf. Seperti kelumpuhan, penyakit Neuromotorik, Parkinson dan Multiple Sclerosis (MS).

Agen wisata Exit mencatat ada 130 turis yang telah menggunakan jasa perusahaannya. Dengan biaya Rp 70 juta per paket. Sedangkan untuk usia, banyak dari mereka yang telah berada di usia lanjut, sehingga memang tidak memiliki harapan hidup lagi.

Sebelum melakukan aksi bunuh diri, para pasien akan dibantu dengan proses euthanasia atau tindakan mematikan untuk meringankan penderitaan. Sembari diiringi alunan musik favorit serta didampingi anggota keluarga dan perwakilan biro wisata.

Euthanasia juga legal di Belanda, Luksemburg, Belgia, dan beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Tapi negara-negara tersebut melarang praktik bunuh diri. Sehingga, pasien yang tidak bisa disembuhkan terpaksa bepergian ke Zurich untuk meninggal tanpa harus khawatir bahwa keluarga atau dokternya akan dituntut.

(Dari berbagai sumber)

Topik Terkait :

Deddy Corbuzier x Azka Ngajak Cast SKYSCRAPER Main Game

Jangan Lewatkan