Bahaya Konsumsi Obat Penenang Saat Traveling

Tahukah Anda jika mengonsumsi obat penenang untuk mengatasi kecemasan saat traveling ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan.

Ratih Wulan
| 6 Januari 2016 08:40

Dream - Berlibur seharusnya menjadi sarana bagi seseorang agar menjadi lebih rileks. Tapi pada kenyataannya, banyak orang yang justru merasakan stres dan cemas luar biasa selama dalam perjalanan.

Berbagai masalah kadang timbul tanpa diduga-duga. Penundaan penerbangan, kehilangan tas di bagasi bahkan kemacetan lalu lintas di daerah kita berlibur dapat memicu keresahan berkepanjangan.

Tanpa berpikir panjang, banyak travek berusaha meredakan situasi ini dengan mengonsumsi obat penenang. Harapannya, agar kecemasan menghilang sedikit menenangkan diri selama masa stres.

Ternyata, keputusan ini menjadi bumerang bagi kesehatan Anda. Dalam beberapa kasus, obat penenang benzodiazepin seperti ativan, klonopin dan xanax memang dapat membantu mengurangi kecemasan. Namun obat-obatan ini menjadi berbahaya apabila dikonsumsi tanpa resep dokter yang tepat.

Bagi orang-orang yang suka mengonsumsi pil ini selama dalam penerbangan atau saat liburan dapat menyebabkan efek samping seperti zat adiktif.

Selain itu, obat ini juga membuat orang menjadi sangat ngantuk. Serta jantung berdebar setelah turun dari pesawat. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, pemakainya dapat merasakan kecanduan setelah liburan berakhir.

Kemudian, apabila konsumsi obat-obatan akan dihentikan dapat menimbulkan masalah baru seperti insomnia, kejang otot, masalah lambung dan depresi pasca liburan.

Secara garis besar, obat ini dapat menyebabkan efek samping seperti rasa lelah yang berlebihan, kehilangan memori dan penurunan konsentrasi. Jadi, sebaiknya Anda mulai lebih waspada dalam merencanakan liburan ke tempat yang jauh agar kelak tidak memicu masalah

(Sumber: Foxnews.com)

BERANI BERUBAH: Mobil Wifi Penyelamat Siswa

Jangan Lewatkan