Bali Diproyeksikan Jadi Sentra Wisata Berbasis Kesehatan

Segmen ini dinilai dapat mendorong peningkatan jumlah kunjungan.

Ahmad Baiquni
| 1 April 2021 21:48

Dream - Wisata kesehatan menjadi genre baru yang mulai digemari. Sejumlah negara membangun sektor kesehatan mereka hingga menjadi destinasi bagi warga asing yang ingin berobat sekaligus pelesiran.

Memanfaatkan momen pandemi Covid-19, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mencanangkan pengembangan wisata berbasis kesehatan di Bali. Ini merupakan segmen strategis yang bisa menjadi salah satu produk unggulan pariwisata di Indonesia.

" Bali ini akan menjadi sentra wisata medis, Bangga Buatan Indonesia berarti juga bangga berwisata medis di Indonesia," ujar Sandiaga, dikutip dari laman Kemenparekraf.

Sandiaga mengatakan wisata berbasis kesehatan dapat dikembangkan dengan basis budaya. Selain itu, pengembangan wisata dapat melibatkan berbagai pihak salah satunya desa wisata.

" Wisata medis ini diharapkan bisa menjadi pilar yang kita harapkan menebar semangat di tengah-tengah pandemi. Setelah pandemi, lewat wisata medis kita menebar harapan, dan membuka peluang (lapangan kerja)," katanya.

Wisata kesehatan mulai dikembangkan di Indonesia sejak 2021. Tetapi, peluang ini belum digarap secara maksimal.

Untuk mengembangkan segmen ini, Kemenparekraf berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Terutama Kementerian Kesehatan.

" Pada akhir 2020, Kemenparekraf bersama Kementerian Kesehatan telah melaksanakan pembaharuan dari Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama untuk mengembangkan wisata kesehatan, medis, kebugaran, dan herbal di Indonesia sebagai salah satu produk wisata unggulan Indonesia," kata Sandiaga.

Pengembangan wisata kesehatan merupakan langkah strategis untuk mendorong pergerakan wisatawan memanfaatkan fasilitas dan layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri. Serta meningkatkan jumlah wisatawan asing nantinya untuk mendapatkan layanan kesehatan di Indonesia.

Selain kementerian dan lembaga, Sandiaga mengatakan ada beberapa langkah yang ditempuh pemerintah untuk mengembangkan potensi wisata medis ini. Di antaranya pembangunan beberapa rumah sakit bertaraf Internasional di Bali.

" Selain itu, kita juga akan merancang karantina dan isolasi dengan nuansa wisata. Jadi saat menjalani isolasi selama lima hingga 10 hari tersebut, wisatawan akan diajak untuk ikut yoga, belajar tarian tradisional khas Bali, dan juga menyaksikan pertunjukan seni dan gamelan," terang Sandiaga.

Pengalaman Puasa Pertama DJ Katty Butterfly

Jangan Lewatkan