Bali Segera Dibuka Untuk Wisman, 35 Hotel Siap Jadi Lokasi Karantina

35 hotel ini untuk tahap pertama, menyusul jadi 62 hotel di tahap kedua.

Ahmad Baiquni
| 7 Oktober 2021 18:10

Dream - Bali bersiap menyambut kembali datangnya wisatawan mancanegara mulai 14 Oktober 2021. Sebanyak 35 hotel disiapkan menjadi lokasi karantina bagi turis asing.

" Ini sebagai langkah antisipasi agar gelombang tiga Covid-19 tidak terjadi dampak," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandi mengatakan diberlakukan upaya skrining ketat bagi para wisman yang tiba di Bali. Pihaknya akan meningkatkan upaya testin dan tracing serta penguatan pengawasan vaksinasi yang terintegrasi sistem PeduliLindungi.

" Kita pastikan keselamatan masyarakat Bali, setiap destinasi wisata harus antisipasi semuanya dengan protokol kesehatan," kata dia.

Selanjutnya, Sandi mengatakan tidak mau terburu-buru mengejar peningkatan jumlah wisatawan asing masuk Bali. Yang paling penting, kata dia, usaha wisata dapat menyiapkan semua fasilitas dengan baik.

" Yang kita inginkan industri siap untuk menerima kedatangan wisatawan mancanegara," ucap Sandi.

 Hotel di Bali

Wakil Ketua Bidang Budaya, Lingkungan, dan Humas Badan Pengurus Daerah PHRI Bali, I Gusti Ngurah Suryawijaya, mengatakan 35 hotel karantina disiapkan untuk tahap awal. Di tahap selanjutnya, jumlah hotel karantina akan bertambah.

" Jadi nanti akan bertahap, tahap pertama 35, tahap kedua lagi 62 hotel yang nanti akan diverifikasi segera," terang Suryawijaya.

Dia menegaskan kesiapan Bali dalam menerima kunjungan wisman. Malah banyak hotel berebut mengajukan diri menjadi lokasi karantina.

" Tapi, ada konsekuensinya, kalau hotel karantina untuk wisman, tidak boleh dicampur dengan domestik," kata Suryawijaya.

 Hotel di Bali

Selain itu, hotel tidak bisa menerima tamu di luar karantina. Karena jika dicampur, akan menyulitkan proses pengawasan.

" Mereka juga harus mengeluarkan paket untuk karantina, entah 8 hari sementara ini, tapi kita harapkan sesingkat mungkin, 3 hari, maksimal 5 harilah, jangan terlalu lama," ucap dia.

Lebih lanjut, hotel yang menjadi lokasi karantina mulai dari bintang 3 hingga bintang 5. Dia memprediksi tarifnya antara Rp10 juta sampai dengan 25 juta untuk 8 hari.

" Saya prediksi misalnya hotel bintang 3 bisa sampai Rp10 juta, bintang 4 sampai Rp15 juta dan bintang 5 bisa sampai Rp20 juta hingga Rp25 juta untuk 8 hari. Itu termasuk breakfast, launch, dinner, dan laundry. Itu kan paketnya harus lengkap, bila perlu termasuk PCR," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

Topik Terkait :

Mengusung Nama Baru, Eks Warkopi Siap Gebrak Industri Film

Jangan Lewatkan