Bazar Ramadan Malaysia Picu Kekhawatiran Meningkatnya kasus Covid-19

Pengunjung bazar Ramadan banyak mengabaikan protokol kesehatan.

Ahmad Baiquni
| 24 April 2021 13:10

Dream - Beberapa foto Bazar Ramadan yang terlihat padat di Malaysia beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan, memicu kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19. Ini karena rendahnya kepatuhan terhadap prosedur operasi standar (SOP).

Params, kependekan dari Pasar Ramadan yang berada di sekitar Lembah Klang yang terlihat tidak adanya jaga jarak. Terutama karena antrean yang berantakan dan pengunjung juga masuk melalui pintu yang tidak ditentukan sehingga sulit dikontrol.

Pakar strategi perusahaan Khairul Hashim, sempat mengunjungi bazar dekat rumahnya di Seri Kembangan di luar Kuala Lumpur.

" Kami pergi pada hari pertama dan setelah melihat tidak ada ruang untuk jaga jarak fisik, kami tidak mau kembali," ujar Khairul kepada The Straits Times.

Tidak seperti tahun lalu ketika pasar ditiadakan pada hari-hari awal pandemi global, namun pemerintah memutuskan untuk mengizinkan mereka beroperasi selama bulan puasa Muslim tahun ini. Ini terlepas dari jumlah kasus yang kembali ke lebih dari 2.000 setiap hari dari Kamis hingga Sabtu, jauh lebih tinggi daripada pada periode yang sama tahun lalu ketika sebagian besar dalam dua digit.

Malaysia mencatat 2.331 kasus baru dan lima kematian pada hari Sabtu. Sehingga total kasus menjadi 372.859 dan jumlah kematian menjadi 1.370.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, bersikeras tidak akan ada Perintah Kontrol Pergerakan Nasional ketiga yang membatasi sebagian besar aktivitas komersial dan sosial. Dia juga telah meyakinkan publik, penegakan hukum yang lebih ketat di pasar Ramadan segera diberlakukan dengan keterlibatan pihak berwenang setempat.

Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Zuraida Kamaruddin mengatakan foto-foto viral dari para pengunjung itu berasal dari hari pertama dan kedua bazaar. Ketika orang-orang baru saja kembali ke bazar Ramadan setelah absen tahun lalu.

" Dengan penegakan hukum di tingkat lokal, akan ada kontrol yang lebih efektif," katanya, Jumat, mengacu pada dewan kota setempat yang berada di bawah kewenangan masing-masing pemerintah negara bagian.

Tetapi Menteri Wilayah Federal Annuar Musa memperingatkan 66 pasar di Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan " akan ditutup jika wabah Covid-19 terjadi karena SOP tidak dipatuhi."

" Wajib mematuhi SOP yang diberlakukan terutama dari segi jumlah pengunjung, tapi ternyata tidak dipatuhi, sampai-sampai latihan jarak fisik tidak sesuai dengan yang kita inginkan," kata dia.

Beberapa tempat, bagaimanapun telah secara ketat mematuhi batasan dua pengunjung per kios, seperti bazar Queen Street di Penang yang hanya mengizinkan 40 pengunjung pada satu waktu. Tetapi, mengingat persyaratan untuk meluangkan ruang di luar kios beberapa pasar memiliki sekitar 30 persen lebih sedikit vendor, suasana dan pilihan makanan lezat telah ditemukan kurang di beberapa params.

Di kota satelit Kuala Lumpur, Petaling Jaya, bazar Kelana Jaya " memberi tanda bernomor kepada pengunjung, yang tanpa label tidak bisa masuk," kata ibu rumah tangga Fatimah Adawiyah, 49 tahun. " Saya akan pergi lagi tetapi tidak banyak pilihan seperti sebelumnya,"

Kelantan dan Sabah telah memutuskan untuk tidak mengizinkan bazar karena peningkatan tajam kasus virus korona baru-baru ini, sementara beberapa tempat di negara bagian lain telah ditutup karena tidak mematuhi SOP.

Misalnya, bazar Tok Adis di Terengganu akan ditutup selama sisa bulan ini sementara penyelenggara mengambil langkah-langkah untuk memastikan pedoman kesehatan dan keselamatan ditaati.

Reporter : Radhika Nada

Merawat Warisan [TEASER]

Jangan Lewatkan