Belum Sepenuhnya Terapkan e-Visa, Saudi Kebanjiran Traveler

Saudi mulai membuka perbatasannya untuk pengunjung mancanegara.

Ahmad Baiquni
| 17 Desember 2018 19:19

Dream - Arab Saudi mulai membuka diri terhadap kunjungan wisatawan asing. Saudi juga membuat sistem penerbitan e-visa untuk memudahkan para pelancong mengunjungi situs-situs purbakala di sana.

Meski saat ini sistem e-visa masih dalam tahap uji coba, Saudi sudah kebanjiran pengunjung. Sejak diluncurkan pada September lalu, sebanyak 1.000 orang asal 80 negara di dunia datang ke Saudi untuk menyaksikan balap Formula E menggunakan program visa elektronik Sharek.

Dikutip dari Alarabiya, Wakil Presiden Otoritas Olahraga Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Turki Al Faisal mengatakan sistem penerbitan e-visa ini akan dikembangkan menyusul kesuksesan penerapannya di ajang balap Formula E Ad Diriyah.

Selain untuk menyaksikan balapan, pengunjung menyempatkan waktu untuk melihat sejumlah situs sejarah dan budaya Saudi serta gurun pasir. Ini dinilai sebagai langkah baru yang dapat membangun sektor pariwisata dan ekonomi.

Saat ini, Saudi masih menyiapkan e-visa untuk negara tertentu. Ke depan, daftar negara yang bisa mengakses e-visa akan ditambah.

Beberapa pengunjung yang sudah bisa masuk ke Saudi menggunakan e-visa yaitu berasal dari Amerika Serikat pemegang Schengen, warga Australia, Jepang, Korea Selatan, Afrika Selatan, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan Taiwan.

Pengurusan e-visa lewat aplikasi ini hanya membutuhkan beberapa menit. Ada beberapa syarat dasar yang harus dipenuhi oleh pemohon e-visa.

Pemohon juga diwajibkan melengkapi aplikasi seakurat mungkin. Jika sudah, mereka tidak diharuskan datang ke kedutaan atau konsulat.

Apabila disetujui, traveler cukup mencetak salinan e-visa untuk diserahkan kepada otoritas Saudi saat tiba.

Topik Terkait :

Suasana Mako Brimob Menyambut Ahok Bebas

Jangan Lewatkan