Berhenti Merokok, Karyawan Dapat Kompensasi Liburan 6 Hari

Asyik! Kalau berhenti merokok, karyawan bakal diberi cuti ekstra 6 hari dalam setahun.

Puri Yuanita
| 3 November 2017 14:42

Dream - Sebuah perusahaan Jepang memberikan insentif besar bagi karyawan mereka yang berhenti merokok, yakni enam hari libur ekstra dalam setahun.

Menurut Telegraph, perusahaan pemasaran yang berbasis di Tokyo, Piala Inc, akan memberikan semua karyawan yang tidak merokok tambahan enam hari cuti dibayar setiap tahun karena mereka bekerja lebih lama per jam daripada rekan mereka yang merokok. Sebab, para perokok kerap mengambil jeda yang panjang beberapa kali sehari untuk merokok.

Perusahaan tersebut sampai pada keputusan menetapkan kebijakan liburan tersebut setelah sekelompok karyawannya yang tidak merokok mengeluh.

" Salah satu staf yang bukan perokok memberi pesan di kotak saran perusahaan pada awal tahun ini bahwa merokok telah menyebabkan masalah," Hirotaka Matsushima, juru bicara perusahaan tersebut, mengatakan kepada Telegraph. " CEO kami melihat komentar itu dan setuju, jadi kami memberi para karyawan yang tidak merokok beberapa waktu tambahan sebagai kompensasi."

Selain sebagai hadiah untuk karyawan yang tidak merokok, perusahaan juga berharap bahwa kebijakan libur ekstra ini dapat menginspirasi orang lain agar berhenti dari kebiasaan merokok.

" Saya berharap dapat mendorong karyawan untuk berhenti merokok melalui insentif daripada penalti atau pemaksaan," kata Takao Asuka, CEO perusahaan tersebut kepada Kyodo News. Menurut Telegraph, program baru ini telah mendorong empat karyawan untuk berhenti dari kebiasaan tersebut. Dengan imbalan hari liburan yang berharga.

Hampir satu dari lima orang dewasa di Jepang merokok, menurut CNN, meskipun jumlah tersebut mungkin menurun menjelang Olimpiade Tokyo pada tahun 2020. Beberapa perusahaan juga mencoba memberi insentif kepada karyawan mereka yang mematikan rokok saat waktu makan, sementara yang lain hanya melarang merokok selama jam kerja.

(Sumber: travelandleisure.com)

 

Topik Terkait :

PTM di Tengah Kasus Omicron yang Beranjak Naik, Bagaimana Orang Tua Menyikapinya?

Jangan Lewatkan