Biaya Pengurusan Visa Schengen Naik di Awal Februari

Kini, tarif Visa Schengen untuk dewasa sebesar Rp1,2 juta dari sebelumnya Rp900 ribu.

Ahmad Baiquni
| 8 Februari 2020 13:10

Dream - Uni Eropa kerap masuk dalam daftar destinasi para traveler dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu menarik berwisata lokasi ini yaitu kita bisa berpindah dari satu negara ke negara lain cukup dengan satu visa, yang dikenal dengan Visa Schengen.

Sayangnya, mulai 2 Februari 2020, otoritas UE menerapkan kebijakan baru berupa kenaikan biaya pengurusan Visa Schengen. Besaran kenaikan tersebut mencapai 33 persen dari tarif yang sebelumnya diterapkan.

Dikutip dari laman schengenvisa.com, kenaikan tarif ini disebabkan adanya pembaruan kode yang berlaku untuk semua negara anggota Visa Schengen. Tiodak terkecuali dengan Indonesia.

Besaran tarif visa yang baru yaitu 80 euro, setara Rp1,2 juta untuk dewasa. Sebelumnya, tarif yang ditetapkan sebesar 60 euro, setara Rp900 ribu.

Kenaikan tarif juga berlaku untuk anak-anak usia 6-10 tahun. Jika sebelumnya tarif yang ditetapkan sebesar 35 euro, setara Rp530 ribu, kini menjadi 40 euro, setara Rp605 ribu. Sedangkan untuk anak-anak usia di bawah 6 tahun tidak dipungut biaya.

Komisi UE beralasan beberapa penyebab kenaikan visa ini yaitu inflasi yang terjadi secara umum sejak 2006. Kenaikan ini bahkan disebut masih murah dibandingkan dengan visa negara lain.

" Dengan standar internasional, biaya visa 80 euro tetap rendah," demikian pernyataan Komisi UE.

Sebagai perbandingan, visa ke Amerika Serikat dikenakan 143 euro. setara Rp2,1 juta dan ke China 126 euro, setara Rp1,9 juta untuk warga UE. Sedangkan ke Australia, visanya sebesar 90 euro, setara Rp1,3 juta.

Masa berlaku Visa Schengen sendiri adalah 90 hari untuk kepentingan wisata atau bisnis. Visa ini berlaku di 26 negara anggota UE, di antaranya Austria, Prancis, Denmark, Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, dan Finlandia.

Dengan aturan baru ini, pemohon diharuskan mengajukan visa enam bulan sebelum keberangkatan, sedangkan aturan sebelumnya yaitu tiga bulan. Sedangkan untuk pelaut, permohonan harus diajukan sembilan bulan sebelumnya.

Tetapi, pengurusannya kini semakin mudah lewat aplikasi. Kode baru yang dipakai juga memungkinan setiap negara anggota UE menyediakan layanan pengurusan visa melalui kedutaan dan konsulat mereka.

Topik Terkait :

Cara untuk Kurangi Risiko Penularan Covid-19 saat Liburan

Jangan Lewatkan