Biaya Sewa Penginapan Murah Diprediksi Naik Tinggi Usai Pandemi Corona

Salah satu sebabnya, pemilik tidak punya modal cukup besar untuk melangsungkan usahanya begitu sektor pariwisata dibuka.

Ahmad Baiquni
| 17 Mei 2020 13:10

Dream - Pandemi virus corona menjadi pukulan berat bagi industri. Salah satu sektor yang terdampak cukup berat adalah industri penginapan murah.

Bahkan, diprediksi biaya sewa penginapan murah yang terafiliasi dengan Airbnb meningkat ketika industri pariwisata kembali dibuka. Sebabnya, baik pemilik penginapan maupun Airbnb sama-sama terkenda dampak Covid-19.

AirBnB merupakan online marketplace pemesanan sewa kamar pribadi, apartemen maupun rumah. Biasanya, mitra Airbnb menyewakan rumahnya secara harian seperti kamar hotel sehingga bisa jadi penghasilan tambahan.

Harian Telegraph melaporkan saat pandemi usai, hotel akan menerapkan protokol keamanan baru untuk mencegah penularan Covid-19. Hotel perlu menambahkan biaya kebersihan, pengadaan perlengkapan yang baru, dan mengosongkan sejumlah kamar untuk menjaga jarak sosial tamu.

 Hotel

Penginapan murah Airbnb di Bangkok (Shutterstock.com)

Pengamat industri wisata memprediksi tambahan fasilitas itu bakal menjadi beban biaya hotel dan Airbnb. Biaya yang bertambah itu akan dibebankan kepada konsumen.

Seorang pakar bahkan mengatakan biaya yang akan dibayarkan konsumen kemungkinan bisa mencapai empat kali lipat. Selain itu, persewaan Airbnb nantinya juga menjadi lebih sulit ditemukan konsumen.

CEO perusahaan agen real estate Redfin, Glenn Kilman, juga menjelaskan saat ini sejumlah pemilik Airbnb sedang melikuidasi asetnya untuk sementara. Pemilik hunian AirBnB mengungkapkan masalah yang mereka hadapi selama pandemi.

Mereka terancam harus menjual aset rumah maupun properti untuk membayar utang dan cicilan. Pemasukan yang tidak lancar akibat tidak ada tamu yang menginap.

Itu menunjukkan banyak mitra Airbnb yang tidak punya cadangan keuangan sebanyak jaringan hotel besar. Para mitra ini juga kemungkinan akan menjual properti mereka untuk dapat menghasilkan uang.

 Hotel

Hotel murah (Shutterstock.com)

Federal Reserve Bank of St. Louis bahkan mengungkapkan properti yang disewakan untuk Airbnb dapat dijual dengan harga di bawah nilai pasar.

" Akan ada banyak penjualan yang berkorelasi di daerah-daerah tertentu karena berada di lokasi wisata. Mungkin sejumlah unit properti dalam jumlah besar terjual di daerah tersebut," jelasnya.

Modal dari para pengusaha Airbnb memang tidak sebesar jaringan hotel besar. Akibatnya, banyak dari mereka yang mengalami kesulitan keuangan. Salah satu jalan keluarnya adalah harus menjual aset mereka.

Topik Terkait :

Rexona Men Soccer Stars Challenge – Episode 6: Andritany vs Egy

Jangan Lewatkan