Bulan Ini, Jalur Rempah Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO

Jalur Rempah punya jejak panjang dalam mempertemukan budaya Nusantara dan dunia.

Ahmad Baiquni
| 5 November 2020 17:28

Dream - Indonesia memiliki rekam jejak cukup panjang dalam perdagangan rempah dunia. Peran Indonesia sangat penting selaku sumber pasokan rempah untuk pasar Timur Tengah dan Eropa.

Jejak sejarah tersebut akan diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada UNESCO. Dengan usulan itu, Kemendikbud berharap UNESCO menetapkan Jalur Rempah sebagai Warisan Dunia.

Usulan tersebut akan dimasukkan ke UNESCO pada November 2020. Usulan ini menjadi sangat penting mengingat rempah punya peran sangat vital sebagai identitas bangsa.

Perburuan rempah sudah berlangsung selama ribuan tahun, bahkan sebelum Masehi. Tetapi, perburuan semakin gencar terjadi di abad ke-15, ditandai dengan dimulainya ekspansi kapal dagang Eropa ke sejumlah negara.

Negara-negara Eropa bersaing mencari sumber rempah, seperti Spanyol, Portugis, Inggris dan Belanda. Kala itu, rempah dibutuhkan tidak hanya untuk bumbu masakan melainkan juga pengawet, obat, hingga campuran membuat pewangi.

Tak jarang, perburuan itu sampai memicu gesekan berdarah. Sejumlah bangsa sampai berperang demi bisa menguasai pasokan rempah.

Indonesia sendiri dikenal sebagai penghasil rempah dunia. Letak geografi yang strategis membuat rempah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan jadi barang buruan.

Sebut saja cengkeh di Pulau Ternate dan Tidore, pala di Pulau Banda yang tumbuh alami. Atau kemenyan, kayu manis dan lada yang jadi komoditas kebanggaan Pulau Sumatera.

Semua disediakan untuk pasar dunia lewat jalur rempah. Jalur yang mengaitkan perdagangan dengan kebudayaan berbagai masyarakat di sejumlah pulau yang membentuk Nusantara.

Kemendikbud berupaya menggaungkan kembali kejayaan Jalur Rempah sebagai koridor interaksi antarbudaya lintas daerah di Indonesia dan lintas negara. Program ini ingin menghidupkan jalur rempah melalui kerjasama, sinergi, gerak serentak dalam memajukan kebudayaan bersama ribuan orang yang memiliki ketersambungan budaya di ratusan titik rempah.

Mulai dari pemberdayaan komunitas budaya rempah, pengembangan eduwisata jalur rempah, hingga pertunjukan seni, gastronomi, pengetahuan dan pengobatan tradisional, residensi pelaku budaya, workshop, dan lainnya.

Program ini tak hanya berperan untuk kemajuan kebudayaan namun turut mendongkrak perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Setidaknya ada 20 titik awal rekonstruksi Jalur Rempah yang tersebar dari Raja Ampat hingga Pesisir Selatan (Mandeh).

Untuk semangat ini, sejumlah kementerian telah menyiapkan beragam program. Seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menawarkan paket pariwisata Jalur Rempah, Kementerian Pertanian yang akan melakukan peremajaan ladang-ladang rempah, juga Kementerian Kesehatan yang mendorong industri obat untuk mengolah rempah-rempah asli Indonesia.

Begitu juga pengembangan industri kreatif, seperti fashion berbasis rempah yang diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pentingnya posisi Jalur Rempah, Indonesia akan mengusulkan Jalur Rempah ke UNESCO sebagai world heritage atau warisan dunia pada November 2020. Apabila program Jalur Rempah berhasil mendapatkan pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia, maka dapat memperkuat diplomasi Indonesia, sekaligus meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia

Sumber: Liputan6.com/Komarudin

Topik Terkait :

Rexona Brightest Squad Hunt 2020 - Coaching Class - 24 November 2020

Jangan Lewatkan