Butuh Perjuangan Berat untuk Puasa Ramadan di 6 Negara Ini

Beberapa negara bahkan secara terang-terangan melarang warganya untuk berpuasa.

Ratih Wulan
| 7 Juni 2016 17:20

Dream - Menjalankan ibadah puasa di negara yang mayoritas penduduknya muslim pasti terasa sangat menyenangkan. Datangnya Ramadan dengan serta merta akan disambut meriah tanpa banyak masalah.

Namun, pernahkah membayangkan nasib mereka yang menjalankan ibadah puasa di negara-negara non muslim? Beberapa negara bahkan secara terang-terangan melarang warganya untuk berpuasa. Padahal mereka tidak menentang perkembangan Islam di negaranya.

Seperti misalnya sekolah-sekolah dasar di Inggris yang melarang siswanya untuk berpuasa. Kepala sekolah beralasan kualitas belajar akan terganggu jika anak-anak merasa kelaparan.

Selain Inggris masih banyak lagi negara yang memberlakukan aturan ketat soal ibadah kaum muslim. Negara mana saja? Berikut ulasannya.

1. Tiongkok

Umat muslim di Uighur yang tinggal di Xingjiang Tiongkok selalu mendapat larangan puasa dari pemerintah setempat. Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan diberikan surat edaran yang isinya melarang mereka berpuasa di bulan Ramadan. Bahkan para pelajar muslim ada yang dipaksa makan loh saat siang hari.

2. Islandia

Bersyukurlah menjadi orang Indonesia, karena hanya menjalankan puasa selama kurang lebih 12 jam sehari. Bayangkan jika Anda menjadi penduduk Islandia yang hanya merasakan malam selama empat jam saja.

Ya, muslim di Islandia harus menjalankan puasa selama 20-22 jam per hari. Jadi tidak heran ya kalau populasi umat muslim di sini sangat sedikit, menurut data di tahun 2013, umat Islam di Islandia sekitar 770 orang. Angka itu berarti hanya 0,24 persen dari jumlah populasi keseluruhan.

Lihat negara lainnya di sini.   

 

Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak

Jangan Lewatkan