Desa Ini 'Nyempil' di Balik Jurang Grand Canyon

Cara menuju ke sana hanya bisa jalan kaki mendaki tebing terjal sejauh 13 km.

Dwifantya
| 26 April 2018 14:15

Dream - Dari 5,5 juta wisatawan mengunjungi Grand Canyon setiap tahun, hanya sedikit yang menyadari bahwa jurang yang sangat luas ini adalah rumah bagi penduduk desa kecil yang tersembunyi di kedalaman 3.000 kaki. Terletak 13 km dari jalan terdekat dan terselip jauh di dalam lembah Havasu Canyon, Supai adalah desa paling terpencil di 48 negara bagian Amerika Serikat.

Dikutip dari BBC Travel, Kamis 26 April 2018, satu-satunya cara untuk mencapai Supai adalah dengan helikopter, bagal (persilangan kuda dan keledai), atau pendakian sejauh 13 km melalui puncak-puncak batu pasir yang menjulang dan tebing terjal. Kenyataannya, desa ini sangat terisolasi, sehingga tempat ini merupakan tempat terakhir di AS yang masih menggunakan kereta keledai setiap hari untuk mengirim apapun.

Salah satu rahasia Grand Canyon yang paling luhur dan memukau adalah rumah kuno suku asli Amerika Havasupai, yang diam-diam hidup di dalam salah satu dari tujuh keajaiban alam dunia selama lebih dari 1.000 tahun.

Sebuah desa kecil itu terletak di sebuah ngarai besar. Desa terpencil ini hanya memiliki populasi kecil, yakni tak lebih dari 208 orang.

Menyeberangi anak sungai dan menginjakkan kaki di Supai terasa seperti berada di dimensi berbeda. Tidak ada jalan atau mobil dan satu-satunya lalu lintas adalah penduduk desa yang memimpin keledai dan kuda di atas lantai ngarai yang berdebu.

Sejumlah rumah mengelilingi toko, kafe, kantor pos, sekolah dasar, pondok sederhana dan dua gereja. Penduduk di sini masih berbicara bahasa Havasupai, setiap hari menanam jagung, labu dan kacang, dan menenun keranjang yang digulung, seperti yang dilakukan nenek moyang mereka.

Karena Supai tidak dapat diakses melalui jalan darat, hanya ada dua cara untuk mendapatkan pasokan ke desa: jalan kaki di jalan setapak atau naik helikopter. Metode termurah dan paling dapat diandalkan tentu saja berjalan kaki. Jadi, di zaman pengiriman cepat, penduduk Supai masih menerima pos mereka dengan kereta keledai.

Tidak ada yang tahu pasti kapan kereta keledai dimulai, tetapi enam hari dalam seminggu, seorang wrangler menempuh perjalanan tiga jam di ngarai dan lima jam lagi menuju desa. Setiap barang yang dikirim melalui Layanan Pos Amerika Serikat (USPS) yang dilengkapi tanda pos khusus " Mule Train" .

Sebagian besar kiriman di kereta keledai sebenarnya bukan surat, melainkan makanan, obat-obatan, dan persediaan lain yang dibutuhkan penduduk desa. Karena Supai adalah satu-satunya desa di AS yang masih menggunakan keledai untuk pengiriman pos, maka Peach Springs adalah rumah bagi satu-satunya kantor pos di AS dengan lemari pendingin.

Jadi pagi-pagi sekali setiap pagi, USPS memuat semua bahan makanan dan makanan beku yang dipesan penduduk Supai, diangkut dengan truk yang dikendarai dalam waktu satu jam dalam kondisi gelap gulita ke arah tepi canyon, dan memuat ransum ke setiap bagal untuk memulai perjalanan terakhir dari perjalanan ke bawah, ke kantor pos desa.

Bisakah berwisata ke Supai?

Tentu saja bisa. Hingga hari ini lebih dari 20.000 pengunjung mendaki, berkuda, atau naik helikopter ke Supai-- yang masing-masing harus mendapatkan izin khusus dari Tribal Council Havasupai untuk masuk.

Dari Februari hingga November, pengunjung dapat menginap di penginapan sederhana suku di sana atau mendapatkan izin berkemah semalam di dekat air terjun Havasu dan Mooney Falls.

Mereka yang tidak ingin melakukan pendakian selama empat jam dapat menukik ke Supai melalui empat menit naik helikopter.

Dalam beberapa tahun terakhir, ancaman terbesar Havasupai adalah banjir bandang. Pada 2008 dan 2010, hujan deras merusak puluhan rumah, jembatan dan bangunan dan menyebabkan ratusan wisatawan harus dievakuasi.

Jalan yang menghubungkan Supai dengan dunia luar juga hancur pada 2010, memutus desa dari kereta keledai, sebagai suplai dasar dan ekonomi turismenya. Banjir dan bencana lainnya telah datang dan pergi selama 1.000 tahun terakhir, tetapi satu-satunya kehadiran konstan di bawah Havasu Canyon adalah Havasupai, yang dengan sabar menunggu kekuatan alam untuk membimbing mereka.

" Ini adalah rumah leluhur dan spiritual kami," kata Wescogane, salah satu penduduk Havasupai. " Kami adalah air terjun, air yang mengalir melalui desa dan ngarai yang mengelilingi kami."

Topik Terkait :

Stimulus Pemerintah Jadi Harapan Pelaku Usaha Industri Pariwisata

Jangan Lewatkan