Ekspedisi '7 Summits in 100 Days' Dimulai! Inilah 3 Pendakinya

Tiga orang berlatarbelakang berbeda, berkumpul bersama di tujuh puncak tertinggi di seluruh Indonesia.

Puri Yuanita
| 10 Oktober 2017 16:41

Dream - Tim ekspedisi 7 Summits in 100 Days, sebuah ekspedisi pendakian tujuh gunung tertinggi di seluruh Indonesia, mengumumkan keberangkatan ekspedisi tersebut yang akan dimulai pada hari Selasa ini, 10 Oktober 2017. Dengan membawa misi untuk mempromosikan pariwisata dan pelestarian alam Indonesia, ekspedisi ini akan menjadi ekspedisi yang tercepat yang pernah dilakukan selama ini.

Adalah Anton Apriyantono, Tri Hardiyanto dan Mila Ayu Hariyanti, tiga pecinta alam Indonesia yang bertekad untuk menjalankan ekspedisi ini dan menorehkan sejarah baru di dunia pecinta alam.

" Ide awal ekspedisi ini dari keinginan saya untuk menjadi perempuan pertama yang mendaki tujuh gunung tertinggi di Indonesia dalam waktu yang tercepat. Kemudian, saya diskusikan dengan Mas Tri, dan dia juga punya keinginan yang sama," ujar Mila, yang juga aktif sabagai atlet softball ini.

ekspedisi

" Kami juga melihat banyak pendaki gunung Indonesia berlomba-lomba untuk mendaki gunung tinggi di luar negeri sebagai tolak ukur keberhasilan. Namun, kenapa bukannya berlomba untuk mompromosikan gunung di Indonesia?" katanya.

Menurut Mila, gunung-gunung di Indonesia lebih menarik dan memiliki semua karakteristik gunung dunia, dari gunung berapi aktif, pasif bahkan yang bersalju. Dunia pun juga mengakui keindahan alam Indonesia yang ditunjukkan oleh UNESCO yang menetapkan untuk melindungi taman-taman nasional Indonesia, misalnya taman nasional Lorenst di Papua.

" Pada saat kami selesai latihan bersama, mereka bilang ingin berbuat sesuatu untuk mempromosikan pariwisata gunung di Indonesia. Ya saya dukung. Berhubung sama-sama punya hobi naik gunung, akhirnya kami sepakat untuk membuat ekspedisi pendakian tujuh gunung tertinggi di Indonesia ini," aku Anton Apriyantono, mantan Menteri Pertanian periode 2004-2009 yang didapuk menjadi ketua ekspedisi 7 Summit in 100 Days ini.

" Saya bangga kepada Mila dan Tri, masih muda tetapi sudah bersikap nasionalis dengan ide untuk mengharumkan nama Indonesia melalui ekspedisi ini," kata Anton, dikutip dari keterangan pers tertulis, Selasa 10 Oktober 2017.

ekspedisi

Ekspedisi ini ditargetkan akan menghabiskan waktu selama 100 hari yang akan menjadi rekor tercepat dalam ekspedisi pendakian tujuh gunung tertinggi di Indonesia. Rekor sebelumnya dipecahkan pada tahun 2015 yang menghabiskan waktu selama tujuh bulan untuk menaklukkan ketujuh puncak tertinggi di seluruh Indonesia.

Ketujuh gunung tersebut antara lain Gunung Kerinci di Sumatera, Gunung Semeru di Jawa, Gunung Bukit Raya di Kalimantan, Pegunungan Latimojong dengan puncak Rantemario di Sulawesi, Cartenzs Pyramid di Papua, Gunung Binaiya di Kep. Maluku, dan Gunung Rinjani di Kep. Nusa Tenggara.

Tim ini telah melakukan persiapan sejak bulan Februari 2017 dan telah merampungkan setiap rencana perjalanan untuk masing-masing gunung tersebut. Mengenai persiapan finansial, tim ekspedisi ini didukung oleh TPS Foods yang menjadi sponsor utama.

ekspedisi

Selain itu, tim ini juga menjalin kerjasama dan sponsor dari Sinar Mas, Bank Mandiri, Bank Mega, Bakrie and Brothers dan beberapa produk pendakian lokal, seperti AVTECH dan Consina. " Tahap persiapan lainnya, kami rutin mempersiapkan diri dengan berlatih fisik dan teknik, serta melakukan try out ke beberapa gunung di Indonesia," aku Tri Hardiyanto.

Ekspedisi ini diharapkan dapat mempromosikan pariwisata dan pelestarian alam Indonesia yang akan ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah wisatawan dalam dan luar negeri yang bekunjung ke tujuh gunung tertinggi di Indonesia ini dan semakin meningkatnya kesadaran pelestarian lingkungan gunung dan rasa memiliki alam gunung-gunung di Indonesia.

" Selain itu, kami juga ingin memecahkan rekor pendakian tercepat tujuh gunung tertinggi Indonesia untuk kategori tim, pria termuda, wanita termuda dan pria tertua," pungkas Tri.

Topik Terkait :

Pengakuan Ashanty Hampir Berpisah Dari Anang Hermansyah

Jangan Lewatkan