Geger Fenomena Sungai Mendidih di Peru

Penduduk setempat percaya bahwa panas air berasal dari keberadaan seekor ular raksasa yang ada di tempat itu.

Ratih Wulan
| 23 Februari 2016 19:26

Dream - Jauh di dalam hutan hujan Amazon, Mayantuyacu, Peru mengalir sungai berair panas yang mendidih. Penduduk setempat menyebutnya 'Shanay-timpishka' yang berarti rebus dengan panas matahari.

Penduduk setempat percaya bahwa panas air berasal dari keberadaan seekor ular raksasa yang ada di tempat itu. Berjuluk Yacumama atau Ibu Air, ular ini diyakini bertubuh besar dan berbentuk kepala batu besar di hulu sungai.

Lebar sungai mencapai 25 meter dengan kedalaman 6 meter. Sedangkan panjangnya hanya 6,4 kilometer. Suhu air berkisar antara 50 hingga 90 derajat celcius, dengan sedikit bagian ada yang suhunya menyentuh 100 derajat.

Jangan coba-coba menyelupkan anggota tubuh ke sungai Shanay-timpishka, karena panas air dapat menyebabkan luka bakar tingkat tiga hanya dalam hitungan beberapa detik saja.

Banyak hewan malang yang mati karena tak sengaja terjatuh ke dalam sungai. Sebenarnya ada sungai berair panas lain yang telah didokumentasikan di Amazon, tapi tidak ada yang sebesar Shanay-timpishka.

Setiap tahun, terdapat segelintir wisatawan yang mengunjungi Mayantuyacu untuk mencoba praktik obat tradisional dari Kerajaan Champa. Tapi sangat mencengangkan karena beberapa sumber sejak tahun 1930-an, baik dari referensi ilmiah dan dokumentasi tak pernah ada satu pun yang mencatat keberadaan sungai ini.

Entah bagaimana, keajaiban alam ini terhindar dari pemberitahuan luas selama lebih dari tujuh puluh lima tahun. Dalam tradisi masyarakat Peru, sungai adalah hanya sebuah legenda. Penelitian ahli geologi dihentikan dan mereka berkesimpulan bahwa hal itu terjadi akibat sungai menyerap panas bumi dalam jumlah besar. Panas itu menyebabkan air sungai menjadi mendidih. Lembah Sungai Amazon terletak 400 mil dari gunung berapi aktif yang terdekat.

Andrés Ruzo, seorang ilmuwan yang meneliti tentang panas bumi di Southern Methodist University, tidak percaya mengenai legenda sungai. Tapi terdapat satu hal menarik, ia berumur 12 tahun saat pertama kali mendengar cerita tentang sungai dari kakeknya.

Ruzo diberitahu jika sungai ini ditemukan oleh Conquistador Spanyol, ketika mereka menuju ke dalam hutan hujan mencari emas. Beberapa orang yang kembali, lalu berbicara tentang tanah berbahaya dipenuhi air beracun, ular, bahaya kelaparan, penyakit, dan air mendidih yang bersumber dari bawah sungai.

Dua puluh tahun setelah kakeknya bercerita tentang sungai ini, Ruzo akhirnya menemukan seseorang yang benar-benar telah melihat sungai tersebut, yaitu bibinya sendiri.

Saat ini, Ruzo telah menulis sebuah buku tentang fenomena sungai mendidih: Petualangan dan Penemuan di Amazon. Dia juga melakukan studi rinci mengenai panas bumi yang menyebabkan sungai mendidih. Serta berkolaborasi dengan mikroba ekologi untuk menyelidiki extremophile organisme yang hidup di perairan panas.

Ruzo berharap bahwa bukunya akan membawa perubahan dan perhatian pada keajaiban alam untuk menghadapi ancaman meningkatnya penebangan ilegal.

(Sumber: amusingplanet.com)

Topik Terkait :

BERANI BERUBAH: Mobil Wifi Penyelamat Siswa

Jangan Lewatkan