Hasil Riset, Ini yang Bikin Traveler Tak Nyaman Saat Liburan

Hampir sepertiga (29%) wisatawan mengakui bahwa mereka khawatir hal-hal akan jadi buruk di hari pertama liburan.....

Puri Yuanita
| 26 Juli 2017 16:19

Dream - Entah akan pergi liburan untuk beberapa hari, seminggu atau sepanjang akhir pekan, kita selalu ingin bisa menikmati dan memaksimalkan waktu di sana secara penuh. Namun, kekhawatiran tentang rumah, pekerjaan atau bahkan hal-hal yang berkaitan dengan liburan kerap mengganggu.

Hampir sepertiga (29%) wisatawan mengakui bahwa mereka khawatir hal-hal akan jadi buruk di hari pertama liburan dan berpikir bahwa 24 jam pertama berlalu tanpa terasa (39%). Hal ini artinya para wisatawan selalu berjuang untuk melepaskan kekhawatiran dan beralih ke " mode" liburan.

Booking.com, portal reservasi global yang menghubungkan wisatawan dengan berbagai tempat menginap, melakukan riset pada lebih dari 18,000 orang dari 25 negara, bertanya kepada wisatawan tentang bagaimana perasaan mereka di awal liburan, untuk memberikan tips bagaimana beralih ke mode liburan yang lama dirindukan. Dan berikut hasil risetnya:

Menghidupkan Mode Liburan

Liburan kadang bisa memerlukan waktu lebih lama untuk dimulai dari apa yang kita harapkan, dan riset mengungkapkan bahwa hal ini bervariasi pada berapa lama waktu yang dibutuhkan orang untuk merasa seolah-olah sedang dalam mode liburan.

1. Akomodasi berperan besar dengan setidaknya seperempat wisatawan (22%) menyatakan hal itu terjadi langsung saat mereka tiba di akomodasi.
2. Mereka yang lain, perlu secara fisik bersantai dulu dan transisi terjadi setelah mereka beristirahat/tidur (14%).
3. Bergelut dengan pakaian dan hal-hal esensial memungkinkan mereka menghidupkan mode liburan, dengan satu di antara 10 (12%) mengatakan hal itu terjadi saat mereka membongkar koper.
4. Dan ada sebagian yang membutuhkan waktu lebih banyak, dengan 8% mengatakan bahwa mereka memerlukan satu hari penuh liburan.
5. Sayangnya, satu dari 20 (5%) menyatakan bahwa mereka tidak pernah merasa dalam mode liburan.

Yang Membuat Kita Sulit Mendapatkan Mode Liburan

Dalam 24 jam pertama liburan, satu dari lima (20%) menyatakan mereka tidak terlalu bebas dari rasa khawatir dan 13% tidak percaya bahwa 24 jam pertama adalah tentang bersantai dan mengatur ulang.

Bagi mereka yang berjuang untuk masuk ke mode liburan, ada beberapa alasan utama mengapa. Satu dari lima (21%) khawatir tentang rumah mereka - apakah tentang meninggalkan rumah kosong atau khawatir karena terpisah dengan peliharaan mereka. Sementara 16% menyatakan mereka jadi terlalu terikat dengan teknologi atau terus terhubung dengan keluarga di rumah via media sosial.

Kecemasan ini tidak berhenti di situ, karena 15% khawatir tentang biaya liburan (naik hingga 20% untuk 18-34 tahun), dan 14% khawatir tentang pekerjaan. Lebih dari satu dari 10 (11%) stres tentang akhir liburan bahkan sebelum memulainya. Dan 18% dari golongan 18-34 tahun khawatir mereka tidak cukup merencanakan liburan mereka.

Pilihan Akomodasi Mempengaruhi Mode Liburan

Cuaca yang sempurna di destinasi tujuan adalah salah satu sebab yang membantu traveler mudah pindah ke mode liburan (51%).

Tempat kita menginap juga sangat berperan; akomodasi yang sesuai atau melebihi harapan membantu transisi ke mode liburan (40%, dengan kenaikan hingga 47% untuk golongan di atas 55 tahun). Akomodasi yang terasa seperti rumah (29%) dan tuan rumah/concierge yang ramah dan mengundang (24%). Walaupun stres karena pemakaian teknologi, hampir satu dari empat traveler (22%) menyatakan bahwa mereka merasa lebih baik saat ada akses WiFi.

Dan salah satu hal yang paling berpengaruh dalam membangkitkan mode liburan adalah keramahan serta sambutan hangat tuan rumah/concierge di tempat menginap. Di antara 118 juta ulasan wisatawan di Booking.com, traveler yang paling banyak menyebut kata kunci 'sambutan hangat' adalah warga Italia, Inggris, Prancis, Spanyol dan China.

Dan berdasarkan ulasan wisatawan booking.com, beberapa pilihan akomodasi yang dikenal selalu memberikan sambutan hangat adalah:
1. Elite Guest House, Mostar (Bosnia dan Herzegovina)
2. Hotorinite, Yamanakako (Japan)
3. Al Piazza Marina B&B, Palermo (Italy)
4. Villa Noctis, Ravenna (Italy)
5. Kazanskoye Podvorye Hostel, Kazan (Russia)

 hotel

3 Tips untuk Membangkitkan Mode Liburan

Empat dari 10 traveler (38%) mengatakan bahwa 24 jam pertama saat liburan adalah bagian paling berkesan. Dan untuk membantu para traveler memanfaatkan liburan mereka secara maksimal dari jam pertama, Booking.com telah berkerja sama dengan ahli kesehatan dan gaya hidup, Sloan Sheridan-Williams, untuk memberikan tips mudah dan praktis kepada wisatawan agar berganti ke mode liburan lebih cepat. Berikut Tipsnya:

1. Tidak ada yang suka mengantre, namun ini adalah bagian dari perjalanan. Sebagian besar wisatawan adalah pengguna tangan kanan, jadi pindahlah ke ujung kiri dari pintu masuk. Sedikit orang memilih jalur ini karena orang lebih sering bergerak ke area konter kanan untuk menyesuaikan dengan tangan dominan mereka. Kamu akan dengan cepat melewati klaim bagasi dan mendapatkan spot di depan.

2. Matikan telepon kamu dan fokus pada negara di mana kamu berada. Biarkan pikiranmu menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Ini akan menimbulkan respon " istirahat dan mencerna" yang menenangkan tubuh. Buang segala kecemasan dan dorong pikiranmu untuk tenang.

3. Apakah kamu menginap di apartemen, hostel, kapal, atau bahkan rumah pohon, banyak wisatawan merasa lebih rileks dan membuat akomodasi mereka lebih terasa seperti rumah. Membawa benda-benda kesayangan seperti maskot favoritmu, minuman panas tengah malam, mug personal, sarung bantal pribadi, jurnal sebelum tidur, atau foto keluarga. Cara ini bisa kamu coba.

Topik Terkait :

Jokowi Tinjau Rehabilitasi Gempa NTB

Jangan Lewatkan